Follow our news chanel

Legislator Pegubin: Kami bukan makar

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pegunungan Bintang telah melakukan sidang paripurna Kamis, 31 Mei 2018. Paripurna dilakukan untuk menindaklanjuti sikap mosi tidak percaya rakyat kepada bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka.

Ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Petrus Tekege kepada wartawan di Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Jumat malam, 8 Juni 2018 mengatakan, mosi tidak percaya disampaikan kepada dewan dan dilanjutkan melalui sidang paripurna.

“Yang diduga melalui kebijakan yang bupati ambil telah melakukan penyimpangan terhadap pengelolaan keuangan dan penyeleanggaraan pemerintahan, dan terindikasi melanggar peraturan perundang-undangan. Karena itu sejak 12 April massa menduduki kota Oksibil. Massa melakukan tindakan bukan makar,” katanya.

Menurut dia, sidang paripurna itu bukan tindakan makar seperti dituding Bupati Oktemka dalam pemberitaan media massa beberapa waktu lalu.

“Kami DPRD juga tidak mengerti tindakan makar itu seperti apa? Tindakan makar itu beda. Melalui rapat Banmus DPRD membahas tentang usulan angket anggota yang sesuai dengan keputusan Banmus DPRD,” ujarnya.

Sidang dewan itu dihadiri 18 dari 25 anggota DPRD; 1 berhalangan tetap dan sisanya tidak hadir. Karena memenuhi kuota forum (kuorum), maka sidang tetap digelar.

Loading...
;

“Dengan demikian pengusulan angket DPRD menyampaikan pandangan-pandangan fraksi. Dari 5 fraksi 4 fraksi setuju DPRD bentuk panitia angket,” katanya.

Ia melanjutkan, panitia angket dibentuk untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan bupati.

Memang tidak ada aturan DPRD menurunkan bupati. Bupati bisa diberhentikan merujuk PP No. 6/2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan PP No. 78/2012.

“Karena itu panitia tim angket sudah terbentuk dan sekarang kita jalankan sesuai mekanisme DPRD. Untuk itu memang ada pihak yang mengatakan bahwa tidak ada aturan yang menjamin untuk menurunkan bupati tetapi rakyat Pegunungan Bintang memaksanakan kami untuk harus bentuk tim angket dan menyelidiki pelanggaran yang diduga dilakukan bupati,” katanya.

Senada dikatakan Wakil Ketua 1 DPRD Pegunungan Bintang, Piter Kalakmabin. Menurut Kalakmabin ini baru pertama kali terjadi di Papua. Rakyat membuat mosi tidak tidak percaya melalui DPRD.

“Paripurna sudah kami laksanakan sesuai mekanisme di dewan. Kalau bupati bilang ini makar, itu sebenarnya betul bupati kastau ka tidak? Kalau betul ini sudah di luar nalar,” katanya.

Menurut dia legislator dijamin undang-undang. “Jadi, kami lakukan semua mekanisme persidangan hampir satu minggu, yang paling penting sudah bentuk tim angket. Tim angket sudah simpulkan materi mosi tidak percaya dan besok kami laporkan hasil ke gubernur,” katanya.

Hasil tim angket ini akan dibawa ke Mahkamah Agung untuk dilakukan uji materi dan MA yang akan menentukan apakah bupati bersalah atu tidak.

“Kalau ada kesalahan, kita berharap bupati legowo. Bukan berarti DPRD paripurna untuk turunkan bupati. Tidak. Ini prosedur yang kami sedang lalui sebagai wakil mereka (rakyat),” katanya.

Paripurna ini, lanjutnya, sesuai PP nomor 12 tahun 2018, UU nomor 3 tahun 2014 dan PP serta ketentuan lainnya. “Apa dasarnya sampai kami dianggap makar? Kami akan tuntut balik,” katanya.

Menurut dia, apa yang rakyat sampaikan sudah dilaksanakan DPRD melalui parpurna dan hasilnya akan disampaikan ke penjabat gubernur.

Wakil Ketua II DPRD Pegunungan Bintang, Koswin Uropmabin yang juga ketua panitia angket mengatakan, lewat paripurna DPRD bentuk panitia angket.

“Setelah kami terima aspirasi masyarakat, aspirasi ini sesuai mekanisme dari beberapa perwakilan anggota dari fraksi, mengajukan kepada pimpinan untuk dibawa dalam paripurna,” ujar Uropmabin.

Setelah panitia terbentuk panitia angket, pihaknya melakukan beberapa kegiatan berdasarkan keputusan DPRD Pegunungan Bintang nomor 170/043dpr/20. (*)

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top