Lembah Panjshir direbut Taliban, oposisi menyatakan terus melawan

Papua Afghanistan
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Taliban mengklaim kemenangan mereka di lembah Panjshir, Afghanistan pada Senin (6/9/2021) kemarin, meski pasukan oposisi mengatakan mereka akan terus melawan. Taliban mengatakan jatuhnya Panjshir disebut sebagai bagian menyelesaikan perjuangan merebut Afghanistan dan berjanji akan mengumumkan pemerintah baru segera.

Gambar-gambar di media sosial memperlihatkan anggota Taliban berdiri di depan gerbang kompleks gubernur Panjshir usai bertempur sepanjang akhir pekan dengan Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRFA) yang dipimpin Ahmad Massoud.

“Panjshir tempat persembunyian terakhir musuh yang melarikan diri, telah direbut,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, dalam sebuah konferensi pers.

Baca juga : Pertempuran Taliban dengan sisa tentara Afghanistan masih terjadi

Ahmad Massoud siap bernegosiasi dengan Taliban

Ini langkah Rusia sebelum putuskan pengakuan Taliban

Loading...
;

Taliban meyakinkan masyarakat Panjshir bahwa pemerintahannya tak akan bertindak diskriminatif terhadap mereka.

Secara etnik, orang-orang Panjshir berbeda dengan kelompok Taliban yang didominasi suku Pashtun. Kedua kelompok saling berperang saat Taliban memerintah Afghanistan pada 1996 hingga 2001.

“Mereka adalah saudara-saudara kami dan (kami) akan bekerja sama demi tujuan bersama dan kesejahteraan negara ini,” kata Mujahid.

Namun, Massoud pemimpin pasukan dari sisa-sisa tentara Afghanistan dan pejuang militan lokal tetap menentang dan tidak mengakui kekalahan.

“Kami ada di Panjshir dan perlawanan kami akan berlanjut,” katanya lewat Twitter.

Tidak jelas di mana Massoud berada. Dia mengatakan dirinya aman, namun tidak menjelaskan lebih lanjut.

Sedangkan Mujahid mengatakan dia telah diberitahu bahwa Massoud dan mantan wakil presiden Amrullah Saleh telah melarikan diri ke negara tetangga, Tajikistan.

Kepala hubungan luar negeri NRFA, Ali Maisam Nazary, mengatakan klaim kemenangan Taliban itu palsu dan pasukan oposisi akan terus melawan mereka.

“Pasukan NRF saat ini berada di semua posisi strategis di seluruh lembah untuk melanjutkan perlawanan,” kata dia lewat Facebook.

Tercatat Taliban merebut kendali atas sebagian besar wilayah Afghanistan saat menduduki ibu kota Kabul pada 15 Agustus, setelah pemerintah dukungan Barat runtuh dan Presiden Ashraf Ghani meninggalkan negara itu.

Panjshir merupakan kantong terakhir perlawanan bersenjata terhadap Taliban, kawasan itu memiliki riwayat sebagai medan yang sulit ditaklukkan. Lembah pegunungan yang terjal itu masih dipenuhi bangkai tank-tank yang hancur selama perang yang panjang melawan Uni Soviet pada tahun 1980-an. Pertempuran Panjshir telah menjadi contoh paling mencolok dari perlawanan terhadap Taliban. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top