Lestarikan kekayaan asli Papua melalui pangan lokal

Penjual singkong di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua
Penjual singkong di Pasar Hamadi, Kota Jayapura - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengajak warga untuk mengkonsumsi makanan tradisional yang berasal dari umbi-umbian, seperti sagu, singkong, ubi, dan keladi

“Mengkonsumsi pangan lokal juga merupakan salah satu bentuk melestarikan kekayaan asli Papua,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, di Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Sabtu (26/6/2021).

Menurut Tomi Mano, dengan mengkonsumsi pangan lokal sebagai upaya dalam mendorong ketahanan pangan agar tidak terlalu bergantung pada beras sebagai makanan pokok.

“Panganan lokal di kota sangat berlimpah, namun pemanfaatan (dikonsumsi) masing kurang karena sebagian besar masih mengandalkan beras. Padahal pangan memiliki banyak manfaat yang dibutuhkan oleh tubuh dan menyehatkan,” ujar Tomi Mano.

Dikatakan Tomi Mano, selain melestarikan makanan tradisional, juga dapat meningkatkan produksi pangan non-beras ini sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan pedagang pangan lokal.

“Kalau bisa dalam setiap rapat atau pertemuan maupun acara-acara khususnya di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura harus ada menu pangan lokal. Dulunya sagu di dalam kota sangat berlimpah sekarang habis akibat pembangunan, kalau tidak dilestarikan sagu hanya tinggal jadi cerita bagi anak cucu ke depan,” ujar Tomi Mano.

Baca juga; Robongholo dan Nanwani sumber AMDK utama PON Papua

Loading...
;

Terpisah, Kepaa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo, mengatakan secara rutin mengkampanyenkan kandungan gizi yang ada pada pangan lokal kepada masyarakat.

“Ini sudah kami lakukan. Ke depan, kami terus kembangkan guna mewujudkan kemandirian pangan pada konsumsi tingkat keluarga sebagai menu utama setiap hari,” ujar Rollo.

Dikatakan Rollo, selain bisa dikonsumsi secara langsung, pangan lokal yang berasal dari umbi-umbian ini, bisa diolah menjadi kuliner seperti kue.

“Mari kita mengkonsumsi makanan beragam, bergizi, seimbang, dan aman dengan memanfaatkan pangan lokal hasil bumi sendiri,” ujar Rollo.

Rollo menambahkan statistik konsumsi beras di ibukota Provinsi Papua ini mencapai 120 kilogram per orang per tahun. Sementara, konsumsi pangan lokal seperti sagu, singkong, dan keladi masih sangat minim atau 25 persen setiap tahun. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top