Follow our news chanel

Previous
Next

Libur panjang akhir pekan penyebab lonjakan Covid -19 di Jakarta

Tes Cepat Covid-19 Papua
Petugas kesehatan saat melakukan rapid tes Covid-19. - Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Lonjakan kasus penularan Covid-19 di daerah khusus istimewa Jakarta selama beberapa hari terakhir ini disebabkan oleh aktivitas warga saat libur panjang (long weekend) pada pekan lalu. Berdasarkan hasil pelacakan, kemungkinan penularan terjadi pada 16 hingga 22 Agustus 2020, sedangkan jumlah positif virus corona secara akumulatif sebanyak 40 ribu kasus per, Senin (31/8/2020) kemarin.

“Kami sampaikan mayoritas kasus baru ketika dilacak kemungkinan penularannya antara 16 hingga 22 Agustus, ini adalah saat liburan panjang dan long weekend dan tingkat penularannya cukup tinggi pada periode tersebut,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19  Provinsi DKI Jakarta,  Wiku Adisasmito, Senin (31/8/2020) kemarin.

Baca juga : Waspada, ini perkembangan penularan Covid-19 di sejumlah daerah 

Sekolah calon perwira TNI jadi klaster baru penularan Covid-19

Rumah sakit overload, dokter : pemerintah harus serius tekan penularan Covid-19

Menurut Wiku, selama sepekan terakhir tambahan kasus positif di DKI Jakarta berkisar di angka 600 hingga 1.000 kasus. Pada 26 Agustus tambahan kasus positif di DKI Jakarta sebanyak 659 kasus, hanya turun sedikit pada hari berikutnya 27 Agustus 636 kasus.

Loading...
;

“Namun tambahan kasus positif terus meningkat, 26 Agustus 711 kasus, 27 Agustus 870 kasus, 28 Agustus 816 kasus, 29 Agustus 888 kasus, 30 Agustus 1.114 kasus, dan 31 Agustus 1.029 kasus,” kata Wiku menjelaskan.

Wiku juga mengatakan daerah penyangga Jakarta berkontribusi sebanyak 30 persen terhadap peningkatan kasus di DKI Jakarta. “Kasus di DKI ini 30 persennya berasal dari Bodetabek, dan itu berkontribusi dengan kasus di DKI Jakarta,” kata Wiku menambahkan.

Akibat penambahan kasus tersebut, rasio positif kasus Covid-19 di DKI Jakarta masih tergolong tinggi. Wiku mengatakan angka positivity rate di DKI Jakarta per 31 Agustus mencapai 9,7 persen, sementara standar positivity rate dunia adalah 5 persen. Meski demikian, tingkat kesembuhan di DKI Jakarta naik menjadi 76,7 persen dan kasus kematian turun menjadi 3 persen.

Akibat dari peningkatan jumlah kasus di long weekend tersebut positivity rate jadi 9,7 persen di DKI Jakarta. “Masih lebih tinggi dibanding standar global yakni 5 persen, tingkat sembuh 76,7 persen, tingkat kematian turun menjadi 3 persen,” katanya.

Wiku mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga kondisi liburan panjang tidak mengakibatkan peningkatan kasus seperti di DKI Jakarta. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top