Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Lika-liku klub bulu tangkis di Nabire

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Suasana di Gedung Olah Raga (GOR) kota lama Nabire, tiap hari ramai oleh atlit bulu tangkis, junior dan senior.

Mereka tekun dan giat berlatih sejak pukul 16.00 hingga 20.30 WIT. Secara reguler berlatih tingkatkan minat dan bakatnya di cabang olah raga.

Lika-liku klub bulu tangkis di Nabire 1 i Papua

Ada 24 klub bulu tangkis dibina Pengurus Cabang Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Nabire. Dua merupakan klub junior, yakni PB Pratama dan PB. Rajawali.

Sisanya membina pebulu tangkis senior, seperti PB. Papua Pos, PB Kompas, PB Bank Papua, PB Mutiara, PB Anugerah, PB PU, PB Samudera dan lainnya yang berasal dari berbagai kalangan.

Mendukung kelancaran latihan, PBSI Nabire menarik sumbangan sukarela dari klub digunakan membayar sewa lapangan per bulan Rp800.000 ribu. Termassuk biaya listrik, air, kebersihan. Sisanya 60 persen disetor ke KONI dan 40 persen ke kas PBSI.

PB Pratama dan PB. Rajawali, membina 15 sampai 20 atlet kelompok usia muda. Sampai saat ini total ada 50 atlet binaan. Sementara atlet remaja bergabung dengan senior.

Loading...
;

Untuk atlit senior, satu klub menampung 15 hingga 30 orang. Maka tidak heran kalau atlit bulu tangkis mencapai ratusan di Nabire.

Firman, pengurus PB Mutiara mengatakan perhatian PBSI Nabire sangat bagus dalam membina anak-anak.

“Terbukti ada dua klub yang khusus menangani atlet usia dini,” kata Firman kepada Jubi di GOR Kota Lama, Nabire, Papua, Rabu 16 Agustus 2018.

Firman, mengaku kendala selama ini adalah pengurus provinsi PBSI Papua tidak pernah memberi informasi terkait event nasional maupun seleksi atlet.

“Jangankan kami di Nabire, ini hampir seluruh daerah di Papua jarang diinformasikan jika ada event,” katanya.

“Mereka hanya ambil atlit yang dianggap karabat atau kenalan, ini tidak bagus buat pembinaan bulutangkis di Papua,” ujarnya.

Marsela Maker, siswa kelas V SD Negeri Kota Baru Nabire mengatakan ia mengikuti latihan bulu tangkis semenjak duduk di kelas empat.

Dia tertarik dengan bulu tangkis sebab olahraga ini sering mengharumkan nama bangsa. Selain itu kata dia, jarang ada atlet bulu tangkis dari Papua.

“Saya senang dengan bulu tangkis, makanya mau ikut. Sudah dua kali ikut lomba di Nabire dan dapat juara II, saat Nabire Open. Sebenarnya kita di Papua bisa, tapi kenapa teman-teman malas ya,” kata atlet binaan klub Rajawali ini.

Maker sangat bangga dan terinspirasi ketika melihat para pebulu tangkis nasional menjuarai berbagai event.

Ia bertekad berlatih serius dengan harapan kelak dapat mengikuti kejuaraan, bukan hanya di Nabire atau Papua, tetapi bisa ke tingkat nasional dan internasional.

“Saya sering nonton pemain nasional bertanding. Saya bangga sebab bulutangkis juga bisa harumkan nama Indinesia. Dan saya mau suatu saat main di luar Papua,” ujarnya.

Ketua Pengcab PBSI Nabire, Suroso Miswan mengatakan, terus mendorong klub-klub menggali potensi atlet, terutama pebulu tangkis junior.

Pihaknya ingin mendata atlet secara berjenjang dan profesional. Namun PBSI Papua kurang pro aktif, soal data atlet.

“Kita terpaksa sengaja berkolaborasi dengan klub dari Makassar. Kita daftarkan pemain kita kesana, sekaligus mengikuti latihan bersama. Tujuannya agar atlet kami memiliki ID,” katanya

PBSI Nabire  juga kirim atlet ikut sejumlah event, baik tingkat regional maupun nasional. Serta pelatihan di salah satu klub di Makassar, persiapan PON 2020.

Suroso menginformasikan tiga atlet saat ini mengikuti Sirkuit Nasional (Sirnas). Ajang menjaring pebulutangkis Indonesia.

“Sirnas diikuti seluruh pebulutangkis nasional.  Kemarin di Surabaya ada Yonex internasional yang diikuti atlet dari luar negeri,” kata Suroso.

Merangsang pebulutangkis, dua tahun sekali rutin digelar Nabire Open. Kita fokus gelar turnamen dua tahunan dan biasanya kita undang dari berbagai daerah di Papua.

Dukungan KONI dan Dinas Pemuda Olah Raga (Dispora) Nabire sangat menopang berbagai kegiatan dari PBSI. Salah satunya penggunaan GOR kota lama dalam latihan.

“KONI sangat mendukung dalam berbagai hal, terutama kepada atlit,” ujarnya.

Suroso menyinggung rekutmen atlet bulutangkis oleh pengprov PBSI untuk bela Papua yang kurang terbuka. Atlet daerah jarang diberi kesempatan ikut bersaing.

Pengprov harus bisa membuka diri. Proses seleksi harus beri kesempatan atlet dari kabupaten.

“Jangan hanya ambil atlet karena kedekatan keluarga, kerabat lalu dipilih. Sementara profesionalisme atlet dan prestasi diabaikan,” tegasnya.

Suroso menilai ada mafia dalam pemilihan atlet bulu tangkis di Papua padahal setiap daerah intens mempersiapkan diri dalam berbagai ajang, tetapi  belum tentu dipakai.

“Seharusnya, agenda tahun ini sudah melaksanakan kejuaraan daerah bulu tangkis yang merupakan ajang seleksi atlet PON,” demikian Suroso Miswan. (*)

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top