Lim Joon Sik, Tetap di Persipura, Batal ke Pusamania Borneo FC

Lim Joon Sik dan Boaz berbagi kegembiraan dalam kebersamaan Mutiara Hitam-Jubi-ist
Lim Joon Sik dan Boaz berbagi kegembiraan dalam kebersamaan Mutiara Hitam-Jubi-ist

Jayapura, Jubi-Gelandang bertahan Korea Selatan Lim Jun Sik memilih tetap bersama Persipura, walau mendapat tawaran dari tim berjuluk Pesut Mahakam, Pusamania Borneo FC. Pemain kelahiran 13 September 1981 sudah kepincut bermain dengan klub berjuluk Mutiara Hitam.

 

Apalagi sejak dilepas Sriwijaya FC pada 2012, otomatis mantan pelatih Persipura Jacksen F Tiago menariknya memperkuat Persipura mulai Indonesia Super League (ISL) 2012-2013. Permainannya terus meningkat walau usianya sudah  34 tahun.

Pemain bernomor punggung 8 ini selalu menambah menu latihan, selalu disiplin datang paling duluan di lapangan tetapi pulang paling lambat. “Pemain ini selalu menambah porsi latihannya sendiri,”kata Roi Ratumakin fotografer Persipura kepada Jubi belum lama ini di Jayapura.
Tak heran kalau pemain ini terpaksa membatalkan niatnya bergabung dengan klub berjuluk Pesut Mahakam sebab ingin tetap di Persipura. Novi Umar, Direktur Bisnis, Promosi dan Marketing Pusamania kepada wartawan di Samarinda pekan lalu.
Pemain yang pernah memperkuat Ulsan Hyundai Mipo, Korsel ini tidak jadi gabung dengan PBFC dan berkumpul bersama Persipura, Jayapura. Pemain ini termasuk salah satu otak permainan di tim berjuluk Mutiara Hitam sebab memiliki sertifikat kepelatihan lisensi B dan bercita-cita akan menjadi pelatih pasca bermain sepak bola.
Penampilan Lim di lini tengah mendapat pujian dari pemain tengah Persib Bandung asal Mali, Makan Kanoute mengatakan Lim Joon-sik (Persipura Jayapura) sangat kuat. Dia gelandang tengah yang bagus dan juga kuat. “Pada final ISL musim lalu dia sangat menyulitkan saya. Di dalam lapangan kami musuh tapi di luar saya berteman dengan dia,”kata Kanoute.
Bahkan Lim Joon Sik juga berani menilai gaya melatih dan permainan pelatih Jacksen dan Osvaldo Lessa. Menurut dia Osvaldo Lessa lebih mengutamakan permainan pressing, sedangkan Jacksen F Tiago dengan gaya Barcelona FC yang mengandalkan bola-bola pendek dan cepat.” Berbeda dengan Osvaldo yang mengutamakan pressing ke pemain lawan,” kata Lim kala itu.
Pemain asal Korea Selatan itu, berpendapat kalau Osvaldo menerapkan permainan pressing agar anak-anak Mutiara Hitam mudah merebut bola dari lawan. “Setelah berhasil merebut bola dari lawan, Osvaldo meminta kami langsung menyerang dengan mengumpan ke daerah pertahanan lawan,” katanya.
Kalau Jacksen kata dia memadukan bola pendek dengan counter attack dan serangan langsung. Kedua pelatih asal Brazil ini sangat bagus meski berbeda dalam gaya kepelatihan. (Dominggus Mampioper)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top