Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Lima ratus lebih peserta SBMPTN didiskualifikasi, ini salah satu penyebabnya

Papua, Ujian Komputer
Ilustrasi UNBK - Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mendiskualifikasi 510 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020. Dari jumlah itu, 218 peserta di antaranya didiskualifikasi karena melanggar aturan saat ujian.

“Secara total ada 510 peserta yang didiskualifikasi. 218 peserta di antaranya karena pada saat pelaksanaan ujian yang bersangkutan membawa Hp, berbicara dengan yang lain, atau karena memfoto dan menyebarkan,” kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mohammad Nasih, Jumat (14/8/2020).

Lima ratus lebih peserta SBMPTN didiskualifikasi, ini salah satu penyebabnya 1 i Papua

Baca juga : Positif Covid-19, empat remaja ini batal ujian masuk PTN

Uncen buka pendaftaran mahasiswa baru jalur mandiri mulai Juli

Nasih mengatakan ada juga 292 peserta lainnya didiskualifikasi karena foto yang diunggah pada pendaftaran atau dibawa ketika ujian tidak sesuai dengan wajah peserta. “Untuk itu mereka dihentikan dari seleksi,” kata Nasih menambahkan.

Tercatat dari 702.420 peserta yang mendaftar UTBK, ada 167.653 peserta yang lolos SBMPTN. Namun ia menjelaskan belum tentu seluruh peserta yang lolos tersebut berhasil menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi yang dituju.

Loading...
;

“Lulus seleksi itu belum tentu akan masuk. Karena ada syarat yang harus diikuti, misalnya buta warna, dan lain-lain. Termasuk persyaratan yang dibutuhkan masing-masing PTN,” ujar Nasih menjelaskan.

Peserta yang lolos juga perlu memperhatikan jadwal daftar ulang dan biaya uang kuliah tunggal (UKT) masing-masing PTN. Karena bisa jadi peserta gagal menjadi mahasiswa baru jika terlewat jadwal mendaftar ulang. Ia mengimbau peserta berkomunikasi dengan pihak perguruan tinggi jika mengalami kendala dalam daftar ulang. Salah satunya termasuk terkendala ekonomi.

“Peserta yang bukan pemegang KIP Kuliah tapi berasal dari keluarga tidak mampu, diharapkan langsung menghubungi PTN bersangkutan untuk difasilitasi. Kita tidak ingin ada peserta lulus tapi karena aspek ekonomi tidak daftar ulang,” katanya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top