Follow our news chanel

Previous
Next

Lima ribu sapi hilang di perairan Jepang tersapu badai

Foto ilustrasi, cuaca buruk. - pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sebanyak 5800 sapi yang diangkut Kapal The Gulf Livestock 1, musnah dan hilang akibat kapal pengangkut diterpa Topan Mayask. Kapal tujuan Cina dengan 43 awak itu mendadak hilang ditelan badai di Jepang.

Dari sekian banyak penumpang kapal tersebut, hanya satu yang berhasil ditemukan oleh kapal penjaga pantai (coast guard) Jepang. Ia adalah anak buah kapal asal Filipina yang terkatung-katung di lautan selama hampir sehari.

“Dia dalam kondisi baik-baik saja,” ujar keterangan pers Penjaga Pantai Jepang, Kamis, (3/9/2020).

Menurut keterangan yang dikeluarkan Penjaga Pantai Jepang, kapal The Gulf Livestock 1 sesungguhnya sudah mengirimkan sinyal bahaya sejak hari Rabu. Saat itu, posisi mereka berada di titik 185 kilometer dari sisi barat Pulau Amami Oshima, berada di antara Okinawa dan Kyushu.

Sayangnya, sinyal tersebut tak bertahan lama ketika badai memburuk, akibat Topan Mayask, kapal tersebut hilang dari pantauan. Hanya anak buah kapal asal Filipina itu saja yang berhasil ditemukan di penghujung hari Rabu, waktu setempat.

Lebih lanjut, Penjaga Pantai Jepang menambahkan bahwa kapal dengan panjang 133 meter tersebut berasal dari Selandia Baru. Mereka sudah melaut sejak tanggal 17 Agustus lalu untuk mengirim ribuan ekor sapi. Adapun rute mereka adalah Napier, Selandia Baru menuju Tangshan, Cina.

Loading...
;

Baca juga : Seorang tewas dan ribuan dievakuasi karena topan Sarai di Fiji 

Topan Mitag tewaskan enam warga Korea Selatan 

Sejumlah layanan publik di Tokyo dibatalkan jelang topan Faxai

Hingga berita ini ditulis, pencarian kapal masih berlanjut di sekitar perairan Jepang. Namun, pencarian tidak akan dilakukan sepanjang hari karena topan masih mengancam dengan kecepatan angin 200 kilometer per jam.

Kelompok pecinta hewan yang berbasis di Selandia Baru, SAFE NZ, mengkritik insiden tersebut. Mereka menyebut insiden yang menimpa kapal berisi 5800 sapi tersebut adalah bukti bahwa ekspor hewan hidup tak seharusnya diizinkan.

“Sapi-sapi tersebut tak seharusnya berada di lautan. Buruknya lagi, kemungkinan mereka semua hamil,” ujar Manajer Kampanye SAFE NZ, Marianne Macdonald. (*)
Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top