Follow our news chanel

Previous
Next

Sekantong limbah medis dilempar ke asrama putra Papua di Bali

Kantong plastik berisi limbah medis dilimparkan ke Asrama Putra Papua di Denpasar, Bali, pada Rabu (15/4/2020) dini hari. - Dok. Asrama Putra Papua
Sekantong limbah medis dilempar ke asrama putra Papua di Bali 1 i Papua
Kantong plastik berisi limbah medis dilimparkan ke Asrama Putra Papua di Denpasar, Bali, pada Rabu (15/4/2020) dini hari. – Dok. Asrama Putra Papua di Denpasar

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kantong plastik berisi kain kasa bekas, jarum infus, dan jarum suntik yang menyerupai limbah medis dilemparkan orang tidak dikenal ke dalam Asrama Putra Papua di Jalan Pulau Sula, Denpasar, Bali, Rabu (15/4/2020) dini hari. Kantong plastik itu juga berisi vitamin dan obat-obatan yang terlibat berlumur cairan serupa darah.

Ketua Asrama Putra Papua, Nopi Gobay menyatakan pelemparan kantong plastik berisi limbah medis itu terjadi pada Rabu sekitar pukul 03:52 WITA. “Plastik itu berisi kain kasa bekas pakai, jarum infus, sembilan jarum suntik bekas pakai, vitamin, dan obat-obatan lain yang berlumuran darah masih basah,” kata Gobay saat dihubungi Jubi dari Jayapura pada Kamis (16/4/2020).

Gobay menuturkan saat pelemparan terjadi ia masih terjaga. Sekitar pukul 03.52 WITA, ia mendengar ada sepeda motor melintas di depan asrama. “Saat itu ada sebuah motor [melintas di] depan asrama, ada bunyi di depan asrama, dan anjing yang ada di sini menggonggong. Kami kira anjing-anjing [saling menggonggong saja, sehingga] kami tidak turun lihat,” ujar Gobay.

Setelah terang, para mahasiswa dikagetkan dengan sebuah plastik besar di depan pintu asrama. Kantong plastik itu sempat dikoyak gigitan anjing asrama, sehingga sebagian isinya tumpah dan terlihat. Para mahasiswa pun kaget melihat isi kantong plastik yang menyerupai limbah medis itu.

Para penghuni asrama kemudian menanyakan isi kantong plastik itu kepada salah satu tetangga asrama yang kebetulan bekerja sebagai tenaga medis. “Tetangga itu menjawab tidak tahu [soal siapa yang membuang limbah medis itu. Katanya] ‘itu bukan dari saya.’ Kami [juga] tidak tahu siapa punya sampah ini,” kata Gobay.

Sejumlah penghuni asrama mengambil foto dan video kantong plastik berisi limbah medis itu, dan mengunggahnya ke media sosial. Salah satu penghuni asrama lalu membuang kantong plastik berisi limbah medis itu ke tong sampah.

Loading...
;

Pada Rabu sekitar pukul 15.00 WITA, pemilik rumah kontrakan Asrama Putra Papua datang bersama seorang intel polisi. Mereka datang setelah kabar kantong plastik berisi limbah medis itu viral di media sosial. “Mereka datang dan menanyakan masalah pelemparan [limbah medis] itu. Namun, [pasca itu] belum ada tindak lanjut lain dari polisi maupun pemilik rumah kontrakan” ujar Gobay.

Salah satu penghuni Asrama Putra Papua itu, Jeeno Dogomo menuturkan teror pelemparan limbah medis ke asrama itu sudah pernah terjadi pada Februari 2020. “Orang tidak dikenal lempar peralatan medis yang sudah dipakai dan sebuah gumpalan darah kental yang dibungkus rapi dalam plastik hitam,” ujar Dogomo melalui layanan pesan singkat.

Dogomo mengaku para penghuni asrama terteror oleh aksi orang tidak dikenal itu. Apalagi pelemparan limbah medis itu terjadi saat pemerintah menerapkan pembatasan sosial untuk memutus rantai penularan virus korona.

“Kejadian-kejadian itu membuat kami di Bali merasa sangat tidak aman dengan teror yang terjadi berulang kali. Apalagi di tengah masa penyebaran virus korona yang [mewabah] di seluruh dunia, termasuk di Bal. [Itu] membuat mahasiswa semakin takut,” kata Dogomo.

Bagi Gobay maupun Dogomo menyatakan tidak mengetahui motif pelemparan limbah medis ke Asrama Mahasiswa Papua itu. Mereka berdua, berikut 18 penghuni asrama lainnya berharap Pemerintah Provinsi Bali serius menangani kasus itu, dan polisi dapat segera mengungkap siapa pelaku pelemparan limbah medis itu.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top