Lonjakan harian Covid -19 di Yogyakarta tak terbendung, mencapai 2.731 kasus baru

Positif Covid-19 Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Yogyakarta, Jubi – Laju penambahan kasus harian Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 2.731 kasus  baru. Hal itu menunjukkan penularan Covid-19 belum terbendung. Lonjakan positif hari Selasa (13/7/2021) kemarin itu disebut rekor baru.

“Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sebanyak 2.731 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 80.725 kasus,” kata Kabag Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Selasa, (13/7/2021) kemarin.

Baca juga : Angka Covid-19 di Kota Jayapura dekati 10 ribu

RSUD Nabire harus antisipasi tempat perawatan pasien Covid-19 

Aktivitas rumah ibadah diharap ditiadakan seiring lonjakan Covid-19

Lonjakan kasus penularan Covid-19 terjadi sehari sebelumnya, Minggu (12/7/2021) yakni penambahan 1.895 pasien dalam sehari.

Loading...
;

Menurut Ditya, penularan tertinggi di Kabupaten Bantul sebanyak  899 kasus. Kota Yogyakarta  666 kasus, Kabupaten Sleman 507 kasus, Kabupaten Gunungkidul 461 kasus dan KabupatenKulon Progo 198 kasus.

“tertinggi penularan kasus berdasarkan riwayat hasil tracing kontak sebanyak 2.486 kasus; periksa mandiri 223 kasus; skrining karyawan kesehatan 5 kasus; serta belum ada keterangan 17 kasus,” kata Ditya menjelaskan.

Sedangkan angka kesembuhan dan meninggal pada per Selasa kemarin 21.387 pasien baik yang dirawat maupun isolasi mandiri. “Penambahan kasus sembuh sebanyak 843 kasus, sehingga total sembuh menjadi 57.273 kasus,” katanya.

Case recovery rate atau tingkat kesembuhan pasien tercatat pada angka 70,95 persen. Sedangkan penambahan kasus meninggal sebanyak 39 kasus, dengan total kasus meninggal menjadi 2.065 orang.

Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyebut lonjakan kasus tak terlepas dari upaya pemerintah mengejar target testing harian dari Kementerian Kesehatan sebanyak 10 ribu sampel sehari.

Peningkatan testing itu selain lewat metode PCR, juga antigen. “Di antaranya karena itu juga. Memang kita dianjurkan untuk melakukan test lebih banyak, jadi teman teman di puskesmas mengoptimalkan testing dan tracing(telusur)-nya,”  kata Berty.

Menurut Berty ketentuan telusur minimal 15 orang atau lebih kepada para pemilik riwayat kontak erat suatu kasus. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top