Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Luci : Keributan antar pemain- penonton di pertandingan itu wajar

 

Luci : Keributan antar pemain- penonton di pertandingan itu  wajar 1 i Papua
Luciano Leandro – Jubi/Media Officer Persipura.

Jayapura, Jubi – Pelatih kepala Persipura Jayapura Luciano Leandro menilai keributan antara pemain maupun dengan para penonton dalam sebuah pertandingan adalah hal yang biasa, apalagi jika pertadingan tersebut berlangsung sengit.

“Saya rasa wajar, benturan antara pemain dalam lapangan, hingga ada perlakuan tidak menyenangkan dari para pendukung tim lawan. Namanya juga sepak bola, pasti ada hal-hal seperti itu,” kata Luci sapaan akrabnya kepada Jubi, melalui sambungan telepon selularnya, Sabtu (9/3/2019) .

Luci : Keributan antar pemain- penonton di pertandingan itu  wajar 2 i Papua

Luci mencontohkan pertandingan antara Persipura kontra PSIS Semarang beberapa hari lalu, dimana ada gesekan-gesekan antara pemain di dalam lapangan, hal ini karena pemain tersulut emosi.

“Apalagi antara kami dan juga tim lawan sama-sama ingin memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Kendati laga tersebut sempat memanas, namun dirinya menilai tidak ada yang salah dalam laga tersebut. Menurutnya semua berjalan normal hingga laga selesai.

Disinggung soal gestur yang ditunjukkan oleh pemainnya, Luci mengatakan itu reaksi yang spontan dan biasa dari pemain. Bukan bermaksud untuk memprovokasi lawan atau pendukung dari lawan.

Loading...
;

“Dari penglihatan saya semuanya normal dan tidak ada yang dibilang tidak fair, saya melihat dari pertandingan itu cukup bagus dan kedua tim punya keinginan untuk menang jadi kadang terjadi sesuatu yang bikin memanas,” katanya.

Sebelumnya Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommi Mano mengatakan kedua pemain yaitu Gunansar Mandowen dan Boaz Solossa melakukan hal tersebut karena ada sebab.

“Persipura selalu menjadi korban rasis disetiap kalau melakoni laga tandang,” kata pria yang kerap disapa BTM itu kepada Jubi, Kamis (7/3/2019) melalui pesan singkatnya.

Kata BTM, dalam regulasi sudah jelas bahwa apabila ada teriakan rasis dari penonton dalam sebuah pertandingan, pihak Panpel harus bertindak sesuai dengan prosedur.

“Ya, di regulasi sudah jelas tentang hal ini (teriakan rasis). Kan ada perangkat ertandingan yang menilai pertandingan, harus catat dan melapor ke PSSI supaya ada sanksi. Kalau ada rasis kami (manajemen) akan segera melapor,” ujarnya.

Namun BTM juga tidak membenarkan pemain Persipura membalas teriakan rasis tersebut dengan gestur tubuh seperti dalam tayangan di televisi tersebut.

“Saya sangat menyesal dengan sikap Mandowen terhadap penonton. Persipura tim besar, tim juara. Seharusnya tidak boleh dilakukan, Persipura tim yang dihargai dan dihormati, tidak boleh lagi melakukan. Kita harus mengambil simpati penonton dengan permainan yang bermutu dan hebat serta enak ditonton. Bravo Persipura, Persipura juara,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top