HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Mahasiswa Bintuni di Jayapura butuh bantuan bahan makanan dan masker

Foto ilustrasi - pixabay.com
Mahasiswa Bintuni di Jayapura butuh bantuan bahan makanan dan masker 1 i Papua
Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Asrama Mahasiswa Kabupaten Teluk Bintuni di kota studi Jayapura, Maikel Indo mengatakan para penghuni Asrama Mahasiswa Putra dan Putri Kabupaten Teluk Bintuni di Jayapura sangat membutuhkan bantuan bahan makanan dan masker. Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni memberikan bantuan uang cagak hidup bagi para mahasiswa itu.

Maikel Indo menyatakan di Kota Jayapura ada sejumlah 30 mahasiswa asal Teluk Bintuni, Papua Barat. Sejumlah 30 mahasiswa tinggal di asrama yang dikelola Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Selain itu masih ada sejumlah mahasiswa asal Teluk Bintuni lainnya yang tinggal di luar asrama.

Mahasiswa Bintuni di Jayapura butuh bantuan bahan makanan dan masker 2 i Papua

Indo mengatakan merebaknya pandemi Covid-19 di Tanah Papua, khususnya di Jayapura membuat para mahasiswa dari Teluk Bintuni memilih tidak beraktivitas selama 14 hari. Akan tetapi, pelaksanaan Pembatasan Sosial yang Diperluas itu membuat para penghuni asrama kesulitan mencari bahan makanan. Para mahasiswa juga khawatir bepergian, karena tidak memiliki master.

“Kami mahasiswa asal Bintuni tidak bisa berharap kepada siapapun. Sehingga kami mahasiswa Bintuni meminta dukungan dari pemerintah, berupa bahan makan untuk [memenuhi kebutuhan hidup kami selama] masa karantina di asrama,” katanya.

Indo menuturkan para warga Kota Jayapura di sekitar asrama tertib menjalankan Pembatasan Sosial yang Diperluas. Pada pukul 18.00 WP, semua masyarakat tidak lagi beraktivitas seperti biasanya. “Artinya, kami sudah tidak bisa keluar baik pagi siang maupun malam. Kami menghargai aturan yang dibuat pemerintah,” katanya.

Indo mengatakan para mahasiswa asal Bintuni yang berkuliah di luar Papua sudah berhasil pulang ke rumah orangtua mereka di Bintuni. “Kalau kami di Jayapura tidak sempat pulang, karena pemberlakuan [pembatasan angkutan penumpang di Papua],” kata Indo.

Penghuni Asrama Mahasiswa TEluk Bintuni di Jayapura, Paskalis Ogonei mengatakan selama 14 hari para mahasiswa Bintuni di Jayapura tidak keluar rumah. “Kami hanya beraktivitas di asrama, misalnya olah raga ringan di asrama. Kami juga berdiskusi bersama teman-teman terkait perkembangan Covid-19,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.