Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mahasiswa FKIP Unipa keluhkan tak punya tempat tinggal

Perwakilan mahasiswa FKIP Unipa kelas Mansel keluhkan tempat tinggal. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Ratusan mahasiswa semester II Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unipa di kabupaten Manokwari Selatan (mansel), mengeluhkan kekurangan fasilitas untuk tempat tinggal.

Sebagian dari mereka sementara ini menggunakan dua bangunan mess dosen sebagai tempat tinggal, sedangkan ratusan lainnya berada di kos-kosan milik warga di Mansel.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unipa, Alex Sineri mengakui, saat ini sekitar 300 mahasiswa FKIP angkatan 2019 di kabupaten Mansel belum memiliki satu tempat penampungan khusus berupa (mes) atau asrama.

“Untuk angkatan 2019 sendiri sekitar 300 mahasiswa sekarang ada di Mansel. Untuk tempat tinggal khusus bagi mahasiswa memang belum ada, sehingga masing-masing mahasiswa ada yang kos, tapi juga ada sebagian yang numpang di dua bangunan mes dosen,” kata Sineri kepada Jubi, Selasa (11/2/2020).

Dijelaskan Sineri, persoalan kekurangan fasilitas tempat tinggal saat ini menjadi keluhan sebagian mahasiswa asal kabupaten/kota luar Mansel yang punya keterbatasan  finansial.

Pasalnya, biaya sewa kamar (kos) paling rendah Rp500 ribu sampai dua jutaan. Sementara jumlah kos-kosan milik warga di sekitar kampus FKIP di Ransiki sangat terbatas.

Loading...
;

“Memang benar ada teman-teman yang mengeluh dan sempat protes hingga diekspose ke media sosial. Tapi itulah realita yang kami alami,” katanya.

Sementara, Issac Manipko, ketua BEM Fakultas Teknik Unipa Manokwari, turut prihatin dengan kondisi yang dialami mahasiswa FKIP kelas Mansel.

Menurutnya, pihak Universitas dan Pemkab Mansel harus bertanggungjawab, karena atas kesepakatan dua pihak dimaksud maka kampus FKIP yang semula terpusat di kampus induk pindah ke Mansel.

“Pimpinan universitas dan Pemkab Mansel terlalu buru-buru. Ada apa sebenarnya? Kalau belum ada fasilitas untuk mahasiswa kenapa dipaksakan untuk mahasiswa FKIP harus pindah ke Mansel,” katanya.

Sementara, Prof. Benidiktus Tanujaya, Dekan FKIP Unipa Manokwari tak menampik bahwa sebagian dari mahasiswa semester II kelas Mansel yang protes tentang tempat tinggal. Namun pihak Fakultas tidak tinggal diam, karena saat ini telah disiapkan mes dosen untuk tempat tinggal sementara mahasiswa.

“Dari Fakultas kami sudah upayakan, untuk semua mahasiswa semester II saat ini yang jumlahnya 300 bisa punya tempat tinggal. Hanya saja ada belasan mahasiswa yang belum punya tempat tinggal tapi akan kami upayakan,” kata Tanujaya kepada Jubi melalui sambungan telepon.

Tanujaya menjelaskan, FKIP kelas Mansel saat ini hanya untuk mahasiswa semester I dan II (mahasiswa baru). Sementara untuk semester III sampai Skripsi, semunya difokuskan di kampus induk di Amban Manokwari.

“Jadi mahasiswa FKIP angkatan 2019 saat ini sudah masuk semester genap (semester II). Untuk semester selanjutnya mereka akan kembali ke kampus induk di Manokwari,” katanya.

Editor: Edho  Sinaga

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top