Follow our news chanel

Previous
Next

Mahasiswa Jayawijaya beraudiensi dengan pemda soal beasiswa

Pertemuan perwakilan mahasiswa Jayawijaya dengan pemerintah setempat di gedung Wenehule Huby, untuk mempertanyakan soal dana studi akhir. -Jubi/Islami
Mahasiswa Jayawijaya beraudiensi dengan pemda soal beasiswa 1 i Papua
Pertemuan perwakilan mahasiswa Jayawijaya dengan pemerintah setempat di gedung Wenehule Huby, untuk mempertanyakan soal dana studi akhir. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Mahasiswa asal Jayawijaya yang berada di kota studi Jayapura dan daerah lainnya, mempertanyakan dana beasiswa yang belum mereka terima pada anggaran pemerintah daerah 2018-2019.

Jumat (17/1/2020), Himpunan Mahasiswa Jayawijaya (Hipmaja) berencana melakukan aksi di gedung Wenehule Huby yang kini dijadikan kantor sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya.

Namun setelah dilakukan mediasi oleh Kapolres Jayawijaya, aksi batal dilakukan dan akhirnya perwakilan mahasiswa beraudiensi dengan pemerintah daerah dan DPRD.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jayawijaya kota studi Jayapura, Elius Wenda mengaku ada sekitar 847 mahasiswa studi akhir asal Jayawijaya belum menerima dana beasiswa.

“Hal ini belum bisa diselesaikan karena pengurus akan mencocokkan data kembali dengan penetapan anggaran dan keuangan, kami akan menyertakan data mahasiswa di seluruh Indonesia,” katanya, di Wamena, Jumat (17/1/2020).

Ia mengaku, Pemkab Jayawijaya mengklaim dana itu sudah terealisasi malalui rekening, namun ketika dilakukan pengecekan ulang ternyata persyaratannya belum diproses dan data yang dimasukkan masih tertahan.

Loading...
;

“Kita akan cocokan apa sudah cocok dengan data mahasiswa dan sudah terealisasi atau belum. Apabila memang ada ketidakberesan mahasiswa siap dorong persoalannya ke BPK maupun KPK, dan Kejati untuk dilakukan pemeriksaan keuangan terkait dua tahun anggaran ini,” katanya.

Sekretaris Hipmaja, Yops Itlay menambahkan setelah ditinjau kembali proses data yang dikirim dari Jayapura ke pemda, ternyata data itu masih tersimpan di Dinas Keuangan.

“Harapannya ke depan data kami dan pemerintah disamakan. Data yang kami punya harus terakomodir,” kata Itlay.

Pelaksana tugas Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono yang menerima perwakilan mahasiswa menyebut hal yang ditanyakan mahasiswa adalah proses penyaluran bantuan studi akhir 2018 dan 2019, dimana apa yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sudah disampaikan.

“Kami tetap membuka diri, meski memang ada beberapa data yang perlu kami validasi ulang sehingga nanti harapan kami tidak terjadi masalah,” kata Tinggal Wusono.

Begitu data yang ada telah diterima, kata Tinggal, secepatnya akan diverifikasi dan divalidasi sehingga pemda bisa menindaklanjuti dalam waktu cepat.

“Dana 2018 yang pemerintah alokasikan kurang lebih Rp 6 miliar, dan untuk 2019 dengan adanya pengurangan dana otsus maka alokasinya hanya Rp 4,5 miliar. Hal ini juga perlu melihat kembali keaktifan mahasiswa, masalah di lapangan seperti apa, sehingga kadang proses itu tidak secepat seperti yang mereka inginkan,” katanya.

Sementara itu Kapolres Jayawijaya, AKBP Dominggus Rumaropen mengatakan, upaya untuk memfasilitasi mahasiswa bertatap muka dengan pemerintah daerah, bukan merupakan tindakan untuk menghalangi dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa.

“Kepolisian hanya tidak ingin ada aksi demonstrasi sampai melakukan mobilisasi massa dalam jumlah besar, karena Kota Wamena saat ini masih dalam tahapan pemulihan akibat rusuh 23 September 2019 lalu,” kata Rumaropen. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top