Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mahasiswa Jayawijaya minta perpanjang kontrakan di Sentani

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Mahasiswa Jayawijaya meminta agar rumah kontrakan di Jalan BTN Sosial, RT.02 RW.05, Kelurahan Hinekombe, Kabupaten Jayapura diperpanjang agar bisa ditempati mahasiswa. Pasalnya sewa rumah tersebut berakhir tangga 30 Maret 2017.

Koordinator asrama kontrakan mahasiswa Jayawijaya-Sentani, Sepianus Lokobal menuding mantan Ketua I HMPJ (Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Jayawijaya), Yope Wenda menggelapkan dana untuk menyewa rumah tersebut. Hingga kini pun Yope tak berhasil dihubungi untuk meminta kejelasan dana tersebut.

Mahasiswa Jayawijaya minta perpanjang kontrakan di Sentani 1 i Papua

“Kami mengetahui adanya kontrakan ini setelah kami menemui pengurus baru HIPMAJA (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Jayawijaya), Yonni Alua menemui Pemda Jayawijaya saat mengurus dana bantuan studi akhir,” katanya kepada Jubi di Sentani, Rabu (15/3/2017).

 “Karena yang membingungkan kami di surat perjanjian kontrak ada dua surat–yang pertama kontrak terhitung mulai tanggal 30 Maret 2016 hingga 30 Maret 2017 mengetahui wakil bupati Jayawijaya Jhon R. Banua dengan membayar lunas kepada pemilik kontakan Rp50 juta dan surat kedua terhintung tanggal 18 Juni 2016 sampai 18 Juni 2017 mengetahui Pemda Jayawijaya membayar lunas kontrakan Rp60 juta,” katanya.

Klemens Hiluka, mahasiswa Jayawijaya lainnya, mengatakan, pihaknya baru mengetahui pada Minggu (3/3/2017) soal masalah yang dialami. Padahal mahasiswa membutuhkan perlengkapan tidur, alat masak dan perlengkapan dapur, serta uang sayur ditambah bagian kesekretariatan, komputer dan printer.

“Sementara ini sedang kami bersihkan dan buang suara ke teman-teman lain untuk dapat menghuni kontrakan dan ini harapan kami ke Pemda,” katanya.

Loading...
;

Pemilik rumah kontrakan, Lingga V. Ramadhan mengatakan, surat perjanjian kontrak yang dibuat bersama Yope Wenda saat itu sebesar Rp50 juta, tetapi baru dibayar Rp 25 juta. Sementara untuk surat kedua dibuat bersama atas permintaan Yope Wenda dengan nominal harga sewa Rp 60 Juta.

“Waktu itu dia bayar setengahnya dan bilang setengahnya lagi akan merenovasi kontrakan tersebut. Kenyataannya sampai saat ini tidak ada renovasi,” katanya. (*)
 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top