Follow our news chanel

Previous
Next

Mahasiswa Maybrat di Jayapura minta pemerintah salurkan bantuan

Mahasiswa asal Kabupaten Maybrat, Papua Barat, yang berkuliah di Kota Jayapura menggelar jumpa pers meminta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Maybrat, Selasa (28/4/2020). - Jubi Hengky Yeimo
Mahasiswa Maybrat di Jayapura minta pemerintah salurkan bantuan 1 i Papua
Mahasiswa asal Kabupaten Maybrat, Papua Barat, yang berkuliah di Kota Jayapura menggelar jumpa pers meminta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Maybrat, Selasa (28/4/2020). – Jubi Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Para mahasiswa asal Kabupaten Maybrat, Papua Barat yang berkuliah di Kota Jayapura, Papua membutuhkan bantuan pangan. Mereka menyatakan kebijakan pembatasan sosial yang diberlakukan Pemerintah Provinsi Papua untuk menangani pandemi Covid-19 membuat mereka kesulitan mencari sembako.

Mahasiswa asal Maybrat, Yoshi Kareth yang juga koordinator wilayah Ayamaru, menyatakan hingga kini para mahasiswa asal Maybrat yang berkuliah di berbagai kota studi belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Maybrat. Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Maybrat telah mengalokasikan anggaran Rp43 miliar untuk menangani pandemi Covid-19, namun sebagian besar anggaran terserap Dinas Kesehatan Maybrat dan pengadaan sembako bagi masyarakat.

Menurutnya, para mahasiswa asal Maybrat yang berada di Jayapura maupun kota studi lainnya terdampak oleh kebijakan pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah. “Pembatasan aktifitas oleh pemerintah sangat menurunkan pendapatan orangtua kami. Jika normal, ada perputaran dan peredaran uang, orangtua kami bisa memperoleh rupiah untuk kiriman kami,” katanya.

Kareth mengatakan para mahasiswa Maybrat sempat senang mendengar pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Maybrat yang akan memulangkan semua mahasiswa asal Maybrat. Namun, ternyata janji itu tidak diwujudkan.

“Kami mahasiswa pemuda, pelajar, mahasiswa dan mahasiswi jelas memiliki KK dan KTP yang beralamatkan Maybrat. [Seharusnya] kami juga punya hak yang sama dalam mendapatkan bantuan dimaksud, sebab dengan situasional urgent seperti ini, karena kami berada diwilayah rantau,” kata Kareth.

Koordinator wilayah Aitinyo Raya, Nikson Antho berharap Dinas Pendidikan dan Kearsipan Kabupaten Maybrat segera merealisasikan janjinya, dan memberi bantuan uang tunai bagi para mahasiswa asal Maybrat di berbagai kota studi. “Kami mahasiswa Maybrat di kota studi Jayapura dan se-Nusantara  sangat kesal atas pernyataan yang tidak sejalan, serta keterlambatan bantuan,” katanya.

Loading...
;

Antho menyatakan jika pihaknya tidak mendapatkan bantuan, para mahasiswa akan memobilisasi unjukrasa seusai masa pembatasan sosial berakhir. “Apabila Pemerintah Kabupaten Maybrat lambat dalam memberikan bantuan, maka kami akan melakukan mobilisasi massa ketika masa lockdown berakhir . Kami akan menduduki kantor Bupati Kabupaten Maybrat,” katanya.

Koordinator Aifat Raya, Bosco Asem berharap para mahasiswa bisa menerima bantuan uang tunai dalam waktu satu pekan mendatang. “Kami mahasiswa di kota studi Jayapura akan melakukan aksi di jalan protokol dan Kantor Gubernur untuk meminta bantuan  donasi dana kemanusiaan demi kelangsungan hidup kami,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top