Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mahasiswa Nduga tuntut kasus pembunuhan 2 warga Nduga diusut tuntas

Mahasiswa Nduga Papua
Dewan Pimpinan Cabang Solidaritas Ikatan Pelajar & Mahasiswa/i Nduga Se-Indonesia atau DPC IPMNI Kota Studi Wamena memprotes kasus penembakan yang menewaskan Elias Karunggu (40) dan Selu Karunggu (20). -IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dewan Pimpinan Cabang Solidaritas Ikatan Pelajar & Mahasiswa/i Nduga Se-Indonesia atau DPC IPMNI Kota Studi Wamena memprotes kasus penembakan yang menewaskan dua warga Kabupaten Nduga, Papua. DPC IPMNI Kota Studi Wamena meminta Presiden Joko Widodo menarik aparat keamanan dari Nduga.

Hal itu disampaikan Ketua DPC IPMNI Kota Studi Wamena, Andili Wandikbo dalam siaran pers tertulisnya, Senin (27/7/2020). “Kami meminta agar pelaku pembunuhan terhadap kedua warga masyarakat sipil Nduga yang tewas ditembak TNI diproses secara hukum yang berlaku. Batalyon Infanteri Para Raider 330/TD Kostrad harus mempertanggungjawabkan perlakuannya kepada warga Nduga,” tulis Wandikbo.

Pada Sabtu (18/7/2020) pekan lalu, Elias Karunggu (40) dan Selu Karunggu (20) ditembak prajurit TNI di Kampung Masanggorak, di dekat Kenyam, ibukota Kabupaten Nduga. Elias dan Selu adalah bapak dan anak yang diklaim TNI sebagai anggota kelompok bersenjata di Nduga. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nduga, Ronald Kelnea dan Amnesti Internasional Indonesia menyatakan Elias dan Selu adalah warga biasa, dan bukan bagian dari kelompok bersenjata.

Mahasiswa Nduga tuntut kasus pembunuhan 2 warga Nduga diusut tuntas 1 i Papua

Baca juga: LBH Papua desak Komnas HAM RI investigasi penembakan Nduga

Melalui siaran pers DPC IPMNI Kota Studi Wamena, Wandikbo mengatakan dari tahun ke tahun penembakan terhadap warga Ndugama berulangkali terjadi. Ia meminta pertanggungjawaban pemerintah indonesia atas kematian 257 warga Nduga sejak konflik bersenjata meluas di Nduga pada 2018 membuat puluhan ribu warga mengungsi. Para warga itu meninggal karena kekerasan aparat, atau meninggal karena buruknya kondisi mereka di pengungsian selama setahun tujuh bulan.

Wandikbo meminta Presiden Joko Widodo segera menarik militer organik dan non organik yang bertugas di Papua, khususnya di Nduga. “Pemerintah indonesia segera bertanggungjawab terhadap pembunuhan terhadap kedua warga masyarakat  sipil Nduga, ayah dan anaknya  atas nama Elias Karunggu dan Seru Karunggu. Kami mewakili seluruh pelajar dan mahasiswa/i Nduga se -Indonesia menolak Otonomi Khusus Jilid II, dan meminta Jokowi membuka ruang untuk masuknya jurnalis asing ke Tanah Papua,” katanya.

Baca juga: Amnesti Internasional: Penembakan warga Nduga adalah pembunuhan tidak sah

Loading...
;

Wandikbo mengatakan pemerintah Indonesia harus segera mengakui perjuangan bangsa Papua selama 57 tahun untuk membuka ruang bagi penentuan nasib sendiri. “Dengan tegas kami meminta agar pemerintah Indonesia segera proses pelaku-pelaku pembunuhan terhadap warga Nduga, atas pengorbanan rakyat Papua selama 57 tahun, khususnya 257 warga sipil Nduga. Kami menuntut hanya satu, penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua,” kata Wandikbo.

Pada Rabu (22/7/2020), anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Laurenzus Kadepa menyatakan konflik serta kekerasan yang terjadi di Papua saat ini sudah meningkat menjadi konflik bersenjata, bukan lagi sekadar konflik. Kadepa menyatakan Elias dan Selu adalah warga sipil yang telah mengungsi pasca pembunuhan pekerja PT Istaka Karya pada 2 Desember 2018, namun menjadi korban penembakan oleh TNI.

Kadepa mengatakan selama masa pemberlakuan Otonomi Khusus Papua sejak 2001 hingga kini, banyak warga sipil di Papua terbunuh. Pemenuhan hak atas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi pun tidak membaik pada masa pemberlakukan Otonomi Khusus Papua. “Saya melihat kelemahan ada di pemerintah. Aparat keamanan TNI/Polri gagal membangun Papua damai, aman, dan tentram,” kata Kadepa.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top