Follow our news chanel

Previous
Next

Mahasiswa Papua di Manokwari minta TNI dan TPNPB setop saling tuding

Papua
Mahasiswa Papua empat korwil di Manokwari minta TNI dan TPN OPM setop sasar warga sipil dan Hamba Tuhan. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Mahasiswa empat korwil, [Intan Jaya, Nduga, Puncak dan Timika], di kota studi Manokwari, sampaikan duka yang mendalam atas peristiwa penembakan yang merenggut nyawa Pdt. Yeremia Zanambani, di Distrik Hatadipa, Kabupaten Intan Jaya Papua, Sabtu, 19 September 2020.

Yosias Kum, koordinator badan pengurus empat korwil mahasiswa di Manokwari, mengatakan, peristiwa penembakan yang merenggut nyawa hamba Tuhan, (mendiang Pdt.Yeremia Zanambani), menambah daftar korban hamba Tuhan atas tindakan brutal  TNI dan TPN/OPM di atas tanah Papua.

“Kami turut berduka atas peristiwa kematian Pdt.Yeremia Zanambani. TNI dan TPN OPM (TPNPB), setop baku tuding lewat media dan beri ruang kepada pihak netral untuk mengungkap fakta sesungguhnya,” ujar Yosias, dalam konferensi pers yang digelar di asrama Mahasiswa Timika, di kota studi Manokwari, Rabu (23/9/2020).

Roni Zagani, badan pengurus Mahasiswa Intan Jaya di Manokwari, menegaskan sosok mendiang Pdt. Yeremia Zanambani, adalah pelayan Tuhan yang mengajarkan umat tentang jalan kebenaran. Adapun latar belakang profesi mendiang, sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan politik Papua.

“Kami tidak menuding pihak mana pun, tetapi sebagai intelektual muda Intan Jaya, kami minta Pemerintah kabupaten Intan Jaya, DPRD dan pihak Gereja untuk turut bertanggungjawab dalam memberikan kepastian informasi kepada pihak netral dalam mengungkap fakta dibalik kematian hamba Tuhan,” ujarnya.

Dia menambahkan, sejak tahun 2004-2018 dua hamba Tuhan jadi korban penembakan, salah satunya mendiang Elisa Tabuni, korban penembakan di kabupaten Puncak Jaya dan satupun belum terungkap.

“Sehingga, atas kejadian penembakan terhadap mendiang Pdt.Yeremia Zanambani, kami desak Pemerintah Indonesia tidak biarkan kasus ini kembali larut dalam catatan kelam orang Papua, tapi Negara harus hadir dan beri keadilan bagi Orang Papua melalui pengungkapan kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM tersebut,” ujar Roni.

Loading...
;

Senada dengan rekannya, Yulius Ogolmagai, dan Maklon Pokniangge dari Badan Pengurus Mahasiswa Timika dan Nduga di Manokwari berharap, peran media dalam memberitakan kronologis kematian mendiang Pdt.Yeremia Zanambani, agar tetap netral dan menyampaikan fakta, bukan menyampaikan informasi yang justru meresahkan warga sipil di Kabupaten Intan Jaya.

“Kami ikuti lewat media nasional tetapi tidak satu versi dalam memberikan keterangan kepada publik. Justru yang ada hanya saling tuding (pelaku penembakan) antara TNI dan TPN OPM,” ujar keduanya.

Mereka pun berharap peran media dapat membantu mengungkap fakta dibalik kematian Hamba Tuhan di Intan Jaya, sehingga ada proses penegakkan hukum yang pasti terhadap pelaku penembakan.

Kepada TNI dan TPN-OPM, diharapkan tidak lagi jadikan warga sipil sebagai sasaran kepentingan masing-masing kelompok.

“Kami minta, agar misi politik Papua antara TNI dan TPN OPM jangan lagi sasar orang sipil apalagi Hamba Tuhan. Kami juga manusia yang punya hak hidup di atas negeri kami sendiri,” tutur mereka. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top