HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Mahasiswa asal Papua dipecat gara-gara memposting tuntutan transparansi UKT

unas-Papua
Ilustrasi mahasiswa saat menggelar demontrasi terkait kasus HAM di DPR Papua pada 2019 lalu - Jubi. Dok
Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jakarta, Jubi –  Mahasiswa asal Papua, Abia Indou yang sedang kuliah di universitas nasional  disanksi drop out oleh kampusnya.  Pemecatan itu dilakukan saat Abia Indou  bersama kawan-kawanya menuntut pemotongan uang kuliah tunggal (UKT).

“Pas hari ini, tepat 13 Juli 2020 ditambah 1 SK Drop Out untuk Abio Indou. Anehnya, dia ini masih di Papua. Dia hanya membagikan akun instagram Unas Gawat Darurat (di Medsos). Tapi itu dianggap tidak pantas,” kata Maruli Marpaung, seoarang mahasiswa yang  menggelar aksi protes pemecatan Abia, Senin (13/7/220) kemarin.

Baca juga : Mahasiswa asal Yahukimo minta dikuliahkan di Papua atau negara Pasifik

Imbauan Bupati Isaias untuk mahasiswa Papua asal Nabire di kota studi

Tapol Papua: Jangan ada lagi diskriminasi hukum

Maruli menjelaskan setidaknya bertambah satu orang mahasiswa yang mendapat surat peringatan keras, dan 3 mahasiswa lain yang kena skorsing. Hal itu menjadi alasan Maruli dan solidaritas mahasiswa akan berunjuk rasa hingga semua tuntutannya terpenuhi.

“Termasuk, pencabutan SK Drop Out terhadap mahasiswa-mahasiswa yang ada,” kata maruli menambahkan.

Loading...
;

Maruli dan solidaritas mahasiswa Unas menuntut hak demokrasi kampus dan transparansi  kebijakan uang kuliah selama pandemi.  Sedangkan protes menuntut pemotongan UKT selama ini tidak pernah digubris pihak kampus.

“Bahkan surat pemberitahuan dan upaya minta audiensi tak pernah direspon, kampus justru mengeluarkan surat DO sebagai pembungkaman mahasiswa,” kata  Maruli menjelaskan

Dekan FISIP Unas, Zulkarnain, membenarkan SK DO terhadap Abia Indou tersebut.  Zulkarnain,juga mengaku menadatangani surat tersebut pada 7 Juli 2020 lalu.

“Karena dia (Abia Indou) melakukan kesalahan. Melakukan demonstrasi dengan rekan-rekannya lalu kemudian kami beri sanksi,” kata Zulkarnain.

Ia menjelaskan penerbitan surat itu dilakukan berdasarkan penelusuran tim komisi disiplin internal kampus.  Dia mengklaim Abia bersalah karena ikut unjuk rasa di depan kampus secara fisik. Padahal, berdasarkan keterangan sejumlah mahasiswa lain, Abia masih berada di Papua dalam beberapa waktu ini.

“Menurut tim komisi dia (Abia Indou) ada di lokasi. Bahkan sudah ikut teriak-teriak demo,” kata Zul.

Zulkarnain menjelaskan telah menandatangani sekitar 14 SK atas mahasiswa yang terkait dengan rentetan aksi unjuk rasa.

“Kalau tidak salah yang DO itu ada 2 atau 3 orang. Untuk skorsing 1 semeter itu 2 orang, lalu kemudian peringatan keras ada sekitar 6-8 orang. Kemudian totalnya itu ada 14 orang,” kata Zulkarnain menjelasan. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top