HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Mahasiswa Papua korban gempa Palu tiba di Makassar

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Jayapura, Jubi – Sebanyak 20 mahasiswa Papua korban Gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, tiba di Makassar dengan menggunakan pesawat Hercules, Sabtu (6/10/2018).

Mahasiswa Papua tersebut dijemput oleh dua ASN dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua. Kini mereka sementara diinapkan di Kota Makassar.

“Kami masih menunggu kabar dari teman-teman yang lain, sebelum melanjutkan ke Papua,” kata salah satu mahasiswa korban bencana, Yusak Tebay saat ditelepon Jubi, Minggu (7/10/2018)

Berdasarkan data akhir yang dipegang mahasiswa, terdapat 33 mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Kota Palu. Sebanyak 24 mahasiswa dari program afirmasi pendidikan tinggi (Adik) Kementerian Ristekdikti dan 9 mahasiswa non beasiswa (biaya mandiri).

“Kami satu rombongan ini sepuluh laki-laki dan sepuluh perempuan. Satu orang sudah duluan pulang ke Timika beberapa hari lalu. Sedangkan satu mahasiswa, Anilinus Gwijangge tetap bertahan di Palu menunggu kabar dari kampus,” jelas Yusak.

Anilinus Gwijangge adalah mahasiswa Akademi Perawat Balai Kesehatan Palu yang berencana akan melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bersama teman-teman seangkatan pada 4 Oktober 2018 lalu. Namun rencana tersebut tertunda akibat gempa.

Loading...
;

“Jadi Anilinus lagi hadapi dilema. Kemarin mau ikut sama-sama ke Makassar, tapi belum ada pembatalan rencana KKL dari kampus. Padahal dia sudah bayar KKL. Jadi dia bertahan di Palu. Tapi kalau sampai beberapa hari lagi tidak ada kabar, dia berencana akan susul kami ke Makassar,” jelas Yusak.

Sedangkan satu orang mahasiswi Papua diketahui berada di Toli-toli. Ia mengikuti rombongan pengungsi yang keluar dari Kota Palu, beberapa hari sesudah gempa. “Teman-teman lagi kontak-kontak. Dia lagi berusaha menuju Makassar,” jelasnya.

Baca juga  Pemerintah pastikan Batik Air terperosok gagal terbang

Seorang relawan dari Relawan Rajawali Jakarta, Pendeta Didimus Fingkreuw sempat menemui para mahasiswa Jumat, (5/10/2018) lalu. Ia mengatakan saat itu ia bertemu dengan 12 mahasiswa Papua di sekitar Bandara Palu. Mereka tinggal di dalam tenda-tenda seperti korban gempa lainnya.

“Kondisi mereka baik. Mereka sedang menanti kesempatan untuk keluar dari Palu,” katanya kepada Jubi lewat telepon Jumat (5/10/2018).

Saat ditemui, kondisi keduabelas mahasiswa cukup baik. Tidak ada yang luka atau sakit. Mereka adalah mahasiswa Universitas Tadulako yang tinggal dekat kampus dan letaknya cukup jauh dari pantai.

“Hanya saja untuk makan mereka membeli sendiri. Padahal sebagai pengungsi seharusnya mereka mendapatkan makan di dapur umum. Jadi saya meminta mereka mengambil makan di dapur umum kami,” katanya.

Fingkreuw yang sudah berada di Palu sejak Selasa (2/10/2018) menuturkan kondisi Kota Palu rusak berat. Ditambah banyaknya korban yang belum dievakuasi, sehingga kota tidak layak untuk ditinggali.

“Listrik, air semua putus. Selama di sini kami hanya sikat gigi. Apalagi hari ketujuh, para korban yang belum dievakuasi sudah mengeluarkan aroma yang cukup kuat. Kita mau makan itu, rasanya sulit sekali,” katanya.

Sebelumnya, terkait mahasiswa Papua yang menjadi korban di Palu, Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan telah mengirimkan tim menuju Palu.

“Tim kami sedang menuju ke sana. Saya sudah perintahkan kepada mereka, ketemu dengan mahasiswa, lalu data berapa yang jadi korban, berapa yang belum diketahui kabarnya. Kalau mereka punya masalah selesaikan. Terus kumpul kasih naik pesawat dan bawa pulang,” kata Enembe saat ditemui  wartawan di Istana Bogor, Jumat (5/10/2018).(*)  

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa