Follow our news chanel

Mahasiswa Tambang Uncen berbagi takjil buka puasa

Pembagian takjil oleh mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Cenderawasih di sekitaran Lampu Merah Abepura - Jubi/Timo Marten
Mahasiswa Tambang Uncen berbagi takjil buka puasa 1 i Papua
Pembagian takjil oleh mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Cenderawasih di sekitaran Lampu Merah Abepura – Jubi/Timo Marten

Papua No. 1 News Portal | Jubi

“Di kampus Uncen, khususnya Prodi Tambang (mungkin juga Prodi lainnya), mahasiswa Muslim turut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan keagamaan mahasiswa lainnya. Begitu pula mahasiswa Kristiani, yang mengambil bagian yang sama di bulan Ramadan”

Sembilan puluhan mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Cenderawasih (Uncen) membagi takjil berupa minuman segar untuk berbuka puasa.

Kegiatan ini dilakukan di beberapa titik sentral di wilayah Waena, Distrik Heram, Abepura, dan Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Selasa sore (28/5/2019).

Takjil di bulan Ramadan tahun ini merupakan satu kegiatan baru di lingkungan mahasiswa Tambang Uncen.

Mahasiswa Jurusan Tambang Uncen, Nurul Putri Mirani, mengharapkan agar kegiatan yang dilakukan pihaknya menjadi satu tradisi baru, mengikuti tradisi lainnya, seperti halnya kegiatan natal yang sudah sering dilakukan setiap tahun.

“Kegiatan seperti ini lebih mengikat dan menguatkan persatuan di antara kita. Kita lihat akhir-akhir ini, isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) menjadi isu yang sensitif bagi kita semua. ” kata mahasiswa tingkat dua ini.

Loading...
;

Mahasiswa lainnya, Priskilla Felle, mengatakan isu dan sentimen agama akhir-akhir ini begitu kuat. Oleh sebab itu, kegiatan seperti ini sangat baik dan merupakan bentuk penghargaan, serta kasih kepada sesama dan menunjukkan bahwa perbedaan itu indah.

Karl Karoluz Wagab Meak, dosen yang bersama-sama dengan para mahasiswa ketika membagikan takjil, mengatakan jika mengikuti perkembangan yang terjadi, belakangan ini kampus bukan hanya tempat untuk menimba ilmu pengetahuan. Kampus justru menjadi ruang yang subur untuk menyebarkan paham-paham radikal (intoleran) kepada mahasiswa.

“Nah kami mencoba mencegah dan melawan itu agar mahasiwa Uncen, khususnya mahasiswa kami, tidak terpapar paham radikal,” kata Karl.

“Jika kampus bisa dipakai untuk menyebarkan paham-paham radikal, harusnya kampus juga bisa dipakai untuk mengajarkan nilai-nilai toleransi sebagai sebagai bentuk penerimaan dan penghormatan terhadap perbedaan,” lanjut Karl Meak.

Di kampus Uncen, khususnya Prodi Tambang (mungkin juga Prodi lainnya), mahasiswa Muslim turut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan keagamaan mahasiswa lainnya. Begitu pula mahasiswa Kristiani, yang mengambil bagian yang sama di bulan Ramadan.

“Kampus harus mengajarkan konsep keadilan yang paling sederhana di ruang kelas kepada mahasiswa,” ujarnya.

Dosen asal Kabupaten Fakfak, Papua Barat ini bercerita, di Fakfak, ada konsep dan filosofi “Satu Tungku Tiga Batu”. Filosofi ini merupakan warisan pemikiran dari para leluhur orang Fakfak zaman dulu. Satu tungku ibarat satu rumah atau satu tempat. Tiga batu adalah ibarat tiga agama.

“Artinya, dalam satu rumah, dalam satu tempat, kita dapat hidup bersama-sama. Dalam makna yang lebih luas, tiga batu bukan hanya agama, tetapi juga bisa juga suku,” ujarnya.

Leluhur orang Fakfak sudah mengirimkan pesan toleransi, jauh sebelum agama dan ilmu pengetahuan sebagai bentuk peradaban baru orang Fakfak.

Filosofi inilah yang membuat orang Fakfak sangat toleran terhadap bentuk-bentuk yang plural. Sentimen dan fanatisme agama sangat jauh, bahkan hampir tak ada ruang di Fakfak.

Orang-orang sangat mencintai satu sama lain sebagai satu keluarga. Semacam ada ikatan yang lebih antara agama dan budaya.

“Saudara saya memiliki marga yang sama dengan saya, tetapi beda agama dengan saya. Jika konflik atas nama agama, itu artinya saya berkonflik dengan saudara saya dan artinya itu sangat tidak mungkin,” kata pria berdarah Flores-Fakfak dan mantan Sekjen PMKRI St. Efrem Jayapura, Papua itu.

Menurut rencananya, mahasiswa Tambang melakukan kegiatan yang sama pada Rabu (29/5/2019). Mereka berbuka puasa di bersama di halaman Fakultas Teknik Uncen. Momen ini merupakan ajang silaturahmi antarmahasiswa dalam rangka menyambut Idulfitri. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top