Follow our news chanel

Previous
Next

Mahasiswa tolak rencana pembangunan pos militer di Eragayam

Mahasiswa tolak rencana pembangunan pos militer di Eragayam 1 i Papua
Perwakilan mahasiswa dan masyarakat dari tim peduli penolakan pembangunan pos militer di Distrik Eragayam, Mamberamo Tengah saat memberikan keterangan pers-Jubi/Islami.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Mahasiswa dan masyarakat Distrik Eragayam, Kabupaten Mamberamo Tengah menolak rencana pembangunan pos TNI di daerah tersebut.

Walema Gombo selaku koordinator tim peduli penolakan pembangunan pos militer di Distrik Eragayam mengatakan, baik mahasiswa yang berstudi di Jayawijaya maupun masyarakat tidak mengetahui jika ada rencana pembangunan pos militer di daerah mereka.

“Makanya mahasiswa rencana hari ini mau turun aksi penolakan, tetapi kepala distrik Eragayam sempat menemui kami untuk memfasilitasi agar ada suatu pembicaraan, tetapi batal dilakukan”, kata Walema Gombo di Wamena, Rabu (18/3/2020).

Menurut dia, sebagai bagian dari aksi penolakan tersebut, mereka telah menyampaikan surat ke kepala distrik maupun LMA setempat. Tetapi rencana pertemuan gagal terwujud.

“Jika aparat TNI masih berada di sana, kami akan agendakan lagi untuk melakukan aksi. Penolakan ini kami anggap karena masyarakat di sana merasa trauma dengan aparat dan juga merasa tidak bebas, “katanya.

Seorang mahasiswa lainya, Palmin Waga mengaku kehadiran TNI menjadikan tekanan trauma terhadap masyarakat. Sehingga jika di distrik tersebut ingin ada suatu kegiatan pengamanan, cukup mendirikan Polsek.

Loading...
;

“Pelajar, mahasiswa bersama tokoh-tokoh menolak rencana itu. Pertimbangan tolak karena ketidak nyamanan masyarakat, dan kami juga sudah sampaikan surat resmi ke Pemda menolak pembangunan pos militer itu,” ujarnya.

Palmin Waga menambahkan jika sejauh ini aktivitas militer di Distrik Eragayam memang belum ada, tetapi keberadaan aparat TNI ini mulai ramai.

Sementara itu Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf. Candra Dianto saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (19/3/2020) membenarkan rencana pembangunan pos TNI itu untuk mendirikan Koramil di distrik tersebut.

Menurut Candra, rencana pendirian Koramil di Eragayam itu telah disetujui pemerintah. Karena di setiap daerah harus ada suatu pos TNI.
“Saat ini memang sudah ada sejumlah personel yang disiapkan di Eragayam, karena untuk mengimbangi pemekaran kabupaten, dimana itu sudah menjadi suatu perangkat,” Candra.

Soal masyarakat yang menolak karena dianggap tidak nyaman, kata Candra, hal itu tidaklah benar karena TNI hadir untuk suatu pembinaan kepada masyarakat, meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. “Mungkin ada yang senang dan tidak dengan isu-isu jika masyarakat tidak nyaman, tetapi kehadiran TNI selain untuk menjaga suatu daerah. Sama seperti di kabupaten lainya yang berdampingan dengan Polsek,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top