Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mahasiswa Tolikara se Indonesia gelar unjuk rasa virtual “kartu kuning”, apa itu?

Mahasiswa Tolikara se Indonesia gelar unjuk rasa  virtual “kartu kuning”, apa itu? 1 i Papua
Mahasiswa Tolikara di kota studi Gorontalo, saat menggelar aksi untuk rasa virtual mempertanyakan kinerja Bupati Tolikara. Foto Jubi/Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Mahasiswa Tolikara di berbagai kota studi di di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa virtual. Memberi kartu kuning pada Bupati Tolikara, Usman Wanimbo.

Endiron Weya penanggung jawab aksi tersebut menjelaskan, pemberian status kartu kuning kepada Bupati Tolikara itu, berdasarkan penilaian masa kepemimpinan Usman Wanimbo selama 2 periode yang dinilai gagal. Mereka menyoroti perkembangan pembangunan di daerah, kantor Bupati Tolikara hingga keseriusan pemerintah daerah dalam menangani pandemi Covid-19 .

Mahasiswa Tolikara se Indonesia gelar unjuk rasa  virtual “kartu kuning”, apa itu? 2 i Papua

Aksi serentak secara virtual itu digelar pada 2 Mei 2020 oleh mahasiswa Tolikara di Bandung Jawa Barat, Tangerang, Jabodek/Jakarta, Surabaya, Jogya-Solo, Makeba/Malang, Kendari,Bali, Palopo, Makassar, Gorontalo, Manado, Maluku-Ambon, Merauke dan Manokwari.

Lewat aksi itu, mahasiswa Tolikara yang tersebar di berbagai kota studi itu mempertanyakan kinerja Bupati Wanimbo. “Pemerintah sendiri kantornya (masih) di Jayapura, di Wamena dan di sekitarnya, “ ujarnya kepada Jubi melalui telepon seluler, Minggu malam (03/05/2020) .

Mahasiswa Tolikara yang tengah menempuh studi di Kota Manado, Sulawesi Utara itu juga mengklaim, hingga saat ini belum ada satupun bantuan yang diberikan pemerintah daerah setempat kepada masyarakat yang terdampak pandemi. Termasuk mahasiswa yang tengah menempuh studi di luar daerah.

Mahasiswa Tolikara se Indonesia gelar unjuk rasa  virtual “kartu kuning”, apa itu? 3 i Papua
Mahasiswa Tolikara di kota studi Manado, saat menggelar aksi untuk rasa virtual mempertanyakan kinerja Bupati Tolikara. Foto Kumangga  for Jubi

Sementara itu, koordinator lapangan aksi, Sony Liwia mengatakan sejak Februari 2020 belum ada bantuan Pemerintah Tolikara kepada mahasiswa. Sejauh ini, baru mahasiswa Tolikara di Jayapura yang telah mendapatkan bantuan.

Loading...
;

Padahal rata -rata, kondisi mahasiswa Tolikara di berbagai kota studi menurutnya cukup memprihatinkan. Untuk bertahan hidup, ada mahasiswa yang bekerja serabutan. Seperti membersihkan halaman rumah orang. Berharap mendapat upah sekadar untuk makan. Itu pun susah karena tak banyak yang berkenan.

“Untuk kebutuhan sehari-hari, kami dapat bantuan dari kampus dan teman-teman (mahasiswa Papua) kabupaten lain, karena pemerintah sendiri belum ada bantuan kepada kami. Dan kami mau putar lorong (bersih-bersih halaman rumah orang) pun susah untuk mendapatkan pekerjaan. Pemerintah tolong perhatikan makan minum di asrama hingga kontrakan yang ada, serta kebutuhan kuliah di kampus seperti Wifi, Laptop, HP android di seluruh kota studi Mahasiswa Tolikara,” kata Sonny kepada Jubi lewat sambungan telepon.

Menanggapi itu, Bupati Tolikara Usman Wanimbo memngakui, bantuan untuk mahasiswa Tolikara yang tersebar di berbagai kota itu memang terlambat.

“Iya itu betul, sebenarnya kita sudah dipersiapkan dari sebelum mereka Demo, sebelum mereka sampaikan aspirasi di media dan segala macam itu. Kita pemerintah sudah menyediakan bantuan sosial kepada Mahasiswa Tolikara se Indonesia setiap kota Studi untuk bertahan hidup. Kita sudah mempersiapkan dalam waktu dekat. Kita siapkan 4 Miliar lebih bantuan untuk biaya hidup mahasiswa seluruh Indonesia,” kata Bupati Tolikara menjawab pertanyaan Jubi , Senin (04/05/2020).(*)

Editor: Syam Terrajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top