Follow our news chanel

Previous
Next

Mahasiswa UI ini ciptakan aplikasi layanan titip motor

Ilustrasi aplikasi android, pixabay.com
Mahasiswa UI ini ciptakan aplikasi layanan titip motor 1 i Papua
Ilustrasi aplikasi smartphone, pixabay.com

Timo merupakan kepanjangan dari Titip Motor

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Depok , Jubi – Empat mahasiswa Program Studi Teknik Elektro dan Teknik Biomedik Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI), yang tergabung dalam Timoteam mampu menciptakan aplikasi layanan titip motor yang dinamai Timo. Timo merupakan kepanjangan dari Titip Motor.

“Aplikasi ini mengusung konsep sharing parking dengan mengoptimalisasi tanah di sekitar fasilitas publik seperti stasiun,” kata Ziyan Muhammad Aqsha, anggota Timoteam, Selasa, (5/11/2019).

Baca juga : Aplikasi SIM PON hampir rampung

RSUD Jayapura mulai gunakan aplikasi online

Dinsos Jabar menggagas aplikasi khusus disabilitas

Loading...
;

Zian menyebut aplikasi itu memungkinkan pemilik lahan menyewakan lahan untuk parkir kendaraan dan memudahkan pengendara sepeda motor memesan, pembayaran layanan parkir non-tunai, dan mendapat jaminan keamanan parkir.

Layanan dalam aplikasi Timo meliputi layanan bagi pengendara sepeda motor dan pemilik lahan sebagai mitra. Sedangkan pengendara sepeda motor bisa menggunakan layanan itu dengan melakukan registrasi pengguna yang dinamai OSSU, kependekan dari One Shot Sign Up.

“Proses registrasi cepat, pengguna hanya perlu memindai dokumen kendaraan dan izin berkendara,”kata Ziyan menambahkan.

Timoteam menggunakan Computer Vision untuk mengekstrak teks dari gambar. Mereka dapat merekomendasikan lahan parkir terdekat dan terbaik bagi pengguna aplikasi dengan dukungan teknologi kecerdasan artifisial.

Dengan aplikasi itu pengguna tinggal memindai QR code dan Timo ang kemudian akan memberitahu durasi parkir dan biayanya. Sedangkan pengguna bisa membayar biaya parkir lewat e-wallet.

Sementara itu, calon mitra yang memiliki lahan kosong atau garasi kosong bisa menggunakan aplikasi untuk menyewakan lahan mereka untuk parkir kendaraan. “Lewat Siparkir, calon mitra bisa melakukan registrasi dengan memindai SHM tanah serta identitas diri,” kata Ziyan menjelaskan.

Motivasi Tim terdiri Rakana Adian, Rakha Kahansa Putra, Jason Antonio Gunawan, dan Ziyan Muhammad Aqsha membangun aplikasi itu karena kini tempat parkir ilegal makin marak karena pertumbuhan lahan parkir yang tidak sejalan denganpeningkatan jumlah sepeda motor.

Terctatat aplikasi Timo, mejadi juara satu dalam ajang  Hackathon BIOS UMN 2019, yang diharapkan bisa menjadi solusi bagi masalah tersebut.

“Harapan ke depan, semoga aplikasi Timo dapat terealisasikan, tidak hanya prototype. Dan juga dapat berkompetisi Hackathon di Jepang 2020 setelah mengikuti program inkubasi,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top