Follow our news chanel

Mahasiswa UI juara kompetisi Covid-19 INA IDEAthon

Ilustrasi Robot, Antara
Mahasiswa UI juara kompetisi Covid-19 INA IDEAthon 1 i Papua
Ilustrasi Robot, Antara/Dok

“Alat ini memiliki kemampuan ‘vertical take off and landing’ dan cakupan jangkauan yang luas secara bersamaan, sehingga sangat cocok diterapkan di manapun, karena tidak memerlukan landasan pacu,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Depok, Jubi – Mahasiswa Universitas Indonesia berasal dari lintas fakultas menjuarai kompetisi Covid-19 INA IDEAthon lewat hasil prototipe pesawat tanpa awak bernama Hybrid Quadplane UAV. Karya yang dilombakan itu untuk membantu pemerintah mengawasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

“Quadplane dapat melakukan video pemantauan secara “real time” untuk mendeteksi kerumunan orang. Setelah melihat pelanggaran kerumunan lebih dari lima orang, alat itu mengeluarkan suara imbauan orang segera membubarkan diri,” kata Ketua tim mahasiswa itu, Adam Sultansyah, Selasa, (12/5/2020).

Baca juga : Usai juarai DNC Zona Papua, tim SSB Supyor masih tertahan di Jayapura

Papua rangking tiga, renang juara umum

FISIP Uncen juarai Champion Teknik Uncen Cup 2019

Loading...
;

Tim mahasiswa tersebut berjumlah tujuh orang, yakni Adam Sultansyah (Fakultas Teknik, Angkatan 2016), Ardi Ferdyhana (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2017), Cindy R. Muffidah (Fakultas Psikologi, 2017), Kevin Yosral (FT, 2017), Lendi Larici (FMIPA, 2016), Muhamad Naufal Rianidjar (FT, 2016), dan Viliasio Sirait (FT, 2017).

Berkat inovasinya, Hybrid Quadplane UAV terpilih menjadi salah satu proyek dalam ajang Covid-19 INA IDEAthon yang mendapatkan pendanaan dari Ristek-BRIN. Ada 5.590 proposal ide yang masuk ke panitia dan hanya 17 tim yang terpilih setelah seleksi ketat dan presentasi di depan para “reviewer” nasional, salah satunya, tim mahasiswa UI tersebut. Tahap pengerjaan akan berlangsung selama 4-5 bulan ke depan.

Hybrid Quadplane UAV adalah wahana Unmanned-aircraft Vehicle System (UAV) atau pesawat tanpa awak yang mengombinasikan antara pesawat fixed wing dan multicopter. Pengombinasian itu membuat Quadplane lebih efisien daripada fixed wing dan multicopter pada umumnya.

“Alat ini memiliki kemampuan ‘vertical take off and landing’ dan cakupan jangkauan yang luas secara bersamaan, sehingga sangat cocok diterapkan di manapun, karena tidak memerlukan landasan pacu,” kata Adam menambahkan.

Quadplane yang akan diproduksi memiliki keunggulan dibandingkan dengan “drone” pada umumnya karena dapat bekerja secara autonomous dengan meminimalkan peran manusia dalam kerjanya. Pesawat tanpa awak itu hanya membutuhkan pemasangan baterai dan penentuan jalur Quadplane yang akan dilalui.

“Alat itu diestimasi mampu terbang dengan radius 1 km x 1 km dengan jam terbang 20-30 menit sekali pakai,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Rosari Saleh mengapresiasi semangat mahasiswa UI untuk tetap berinovasi dan berkarya walaupun dari rumah. Di tengah situasi pembatasan sosial untuk penanggulangan Covid-19, ia mengimbau mahasiswa untuk tetap produktif dan memiliki kecakapan serta keterampilan.

“Inovasi mahasiswa UI juga menjadi bukti akan aksi nyata mahasiswa UI untuk mendukung pemerintah mengatasi wabah COVID-19,” kata Rosari. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top