Follow our news chanel

Previous
Next

Mahfud MD: Wabup Nduga mundur, manuver politik

Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge – Jubi/Youtube
Mahfud MD: Wabup Nduga mundur, manuver politik 1 i Papua
Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge – Jubi/Youtube

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menanggapi isu mundurnya Wakil Bupati (Wabup) Nduga, Wentius Nimiangge, kemungkinan sebagai bentuk manuver politik.

“Soal Wakil Bupati Nduga yang mengundurkan diri. Satu, itu belum jelas juga,” kata Mahfud, di Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Kedua, kata dia lagi, jika ternyata benar, faktor penyebabnya banyak, termasuk kemungkinan sebagai manuver politik biasa.

“Sama aja kayak di Jawa, banyak orang yang diminta turun, banyak yang mengundurkan diri, kan, sering juga terjadi. Itu biasa saja,” katanya.

Jadi, kata dia lagi, tidak perlu terlalu jauh mengatakan bahwa di Papua terjadi hal luar biasa sampai membuat wakil bupatinya mengundurkan diri.

“Saya kira itu bagian dari manuver politik. Biasa saja,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu pula.

Loading...
;

Sebelumnya, beredar informasi bahwa Wakil Bupati Nduga saat terjadi demonstrasi di Kenyam, Senin (23/12/2019), menyatakan akan mengundurkan diri.

Danrem 172/PWY, Kol Inf Binsar Sianipar, membenarkan pernyataan yang disampaikan Wabup Nduga itu kepada warga.

Namun, kata Binsar, hingga saat ini belum ada pernyataan tertulis mengenai pengunduran diri tersebut.

Sementara, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menanggapi isu mundurnya Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge, dengan menyatakan pemerintah akan memprosesnya lebih lanjut.

“Soal mundurnya Wakil Bupati Nduga, saya kira lagi diproses oleh Kementerian Dalam Negeri,” kata Ma’ruf dalam jumpa pers di Kantor Wapres RI, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Mengenai kondisi keamanan di Papua, Ma’ruf menjelaskan bahwa pemerintah akan menerjunkan aparat keamanan selama situasi belum kondusif.

Selain keamanan, Wapres menegaskan upaya untuk mengembalikan situasi di Papua juga melalui sektor sosial, ekonomi, dan pendidikan.

“Pemerintah pusat kan melihat kalau keamanannya belum kondusif, bukan hanya di Papua, di mana saja, pasti pendekatannya keamanan. Sesudah kondusif, baru (pasukan) kemanan itu ditarik,” kata Ma’ruf menjelaskan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top