Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mahkamah Syariah Aceh didominasi kasus gugatan cerai

Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Banda Aceh, Jubi – Kasus gugatan cerai mendominasi  perkara di Mahkamah Syariah Provinsi Aceh, dengan kasus mencapai 1.737 kasus dari total 2.397 perkara. Jumlah itu teradi sejak Januari hingga Mei 2020, kasus perceraian di Aceh mencapai 2.397 yang terdiri dari cerai talak 660 perkara, dan cerai gugat 1.737 perkara.

“Yang sudah kita putuskan ada sekitar 2.108 perkara, sisanya ada yang masih dalam proses dan ada juga beberapa kasus perceraian yang berhasil damai,” kata kata Panitera Muda Mahkamah Syariah Aceh, Abdul Latif,  Rabu, (11/6/2020).

Baca juga : Sertifikasi kawin mengurangi angka perceraian

Jambi gagas kehadiran psikolog untuk menekan perceraian ASN

Pengadilan Agama tangani 186 kasus perceraian

Meski diakui selama pandemi Covid-19 ini kasus perceraian di Aceh mengalami sedikit penurunan. Sedangkan dari 23 kabupaten dan kota di Aceh, angka perceraian tertinggi ditempati Aceh Utara sebanyak 280 perkara.

Loading...
;

“Diikuti Bireuen 200 perkara, Aceh Timur 167 perkara, dan Aceh Tamiang 152 perkara,” kata Lati menambahkan.

Menurut Latif, faktor utama penyebab retaknya rumah tangga yang berujung pada perceraian dalam sebuah rumah tangga dipicu pertengkaran secara terus-menerus atau adanya perselisihan dan meninggalkan salah satu pihak. Yang meninggalkan salah satu pihak ini bukan hanya dari pihak suami, ada beberapa kasus juga yang kita temui bahwa pihak istri yang pergi.

“Termasuk di antaranya faktor ekonomi dan KDRT,” kata Abdul Latif menjelaskan.

Ia mengingatkan publik jika misalnya ada masalah di dalam bahtera rumah tangga sebaiknya jangan langsung mengajukan perceraian ke pengadilan. Namun ada baiknya diselesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu seperti melibatkan keluarga dari kedua belah pihak atau perangkat desa yang mungkin bisa mendapatkan solusi lain selain perceraian.

Tercatat selain kasus perceraian, kata Abdul Latif, perkara yang diterima oleh Mahkamah Syariah seperti isbat nikah sebanyak 828 perkara, dispensasi kawin sebanyak 323 perkara, penetapan ahli waris 300 perkara, dan lainnya.

“Dari keseluruhan perkara yang kami terima dan tangani hingga bulan Mei ini mencapai 4.043 perkara dari keseluruhan perkara yang ada,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top