HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Majelis hakim dinilai batasi PH menjelaskan dakwaan kasus Nduga

Suasana persidangan terdakwa MG di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat - Jubi. Dok PH terdakwa.
Majelis hakim dinilai batasi PH menjelaskan dakwaan kasus Nduga 1 i Papua
Suasana persidangan terdakwa MG di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat – Jubi. Dok PH terdakwa.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Majelis hakim dinilai membatasi penasihat hukum atau PH menjelaskan dakwaan yang didakwakan kepada MG (20 tahun) terdakwa dalam kasus pembunuhan 13 belas pekerja jalan trans Papua di Kabupaten Nduga, awal Desember 2018 lalu.

Pernyataan itu dikatakan PH terdakwa dalam siaran pers yang diterima Jubi, Selasa (14/1/2020).

Majelis hakim dinilai batasi PH menjelaskan dakwaan kasus Nduga 2 i Papua

Salah seorang PH terdakwa, Mersi F. Waromi mengatakan, saat sidang lanjutan dengan agenda eksepsi terdakwa dan penyediaan penterjemah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pasa Senin (13/1/2020), PH tidak diberi waktu yang cukup untuk menjelaskan kepada terdakwa isi dakwaan dari jaksa penuntut umum atau JPU.

Menurutnya, PH telah memenuhi permintaan majelis hakim menyiapkan penerjemah bahasa Nduga untuk terdakwa demi kelancaran proses persidangan dan pembelaan terdakwa, lantaran MG tidak fasih dan tidak mengerti berbahasa Indonesia.

Permintaan menyediakan penerjemah itu disampaikan majelis hakim setelah JPU menyatakan tidak sanggup menyiapkan penerjemah saat sidang perdana pada 6 Januari 2020.

“Kami kuasa hukum terdakwa menyediakan tiga penterjemah terdiri dari dua mahasiswi Nduga dan satu mahasiswa Nduga. Akan tetapi yang dihadirkan dalam ruang sidang hanya satu orang penterjemah, untuk menerjemahkan Dakwaan yang sudah dibacakan saat sidang pada 6 Januari 2020,” kata Mersi Waromi.

Loading...
;

Akan tetapi menurutnya, majelis hakim membatasi kesempatan PH menjelaskan isi surat dakwaan kepada terdakwa dengan alasan waktu sidang sudah malam hari dan mengejar waktu Salat pada jam 19.00 WIB.

“Kuasa Hukum baru menjelaskan lima pasal yang didakwakan kepada terdakwa. Kami berpendapat, pembatasan waktu itu mengurangi poin-poin penting dalam surat dakwan yang belum sempat dijelaskan PH kepada terdakwa,” ujarnya.

Dalam sidang itu, tim PH terdakwa meminta penundaan sidang, lantaran belum menyiapkan eksepsi terdakwa, karena waktu yang tidak memungkinkan.

PH butuh waktu untuk mendalami dakwaan dan BAP guna kepentingan pembelaan dan alat bukti yang dapat disampaikan dalam surat eksepsi.

Kondisi itu disebabkan JPU baru menyerahkan dakwaan dan berita acara pemeriksaan atau BAP terdakwa kepada PH pada 10 Januari 2020.

Padahal saat sidang perdana majelis hakim telah meminta JPU menyerahkan dakwaan dan BAP terdakwa kepada PH pada hari itu.

Alasan lain permintaan penundaan sidang hingga 21 Januari 2020, karena para PH yang mendampingi MG juga mendampingi Surya Anta Ginting dan kawan-kawan dalam lanjutan sidang kasus makar pada hari yang sama.

PH lain dari terdakwa, Tigor G. Hutapea mengatakan saat sidang kedua pihaknya juga meminta agar sidang berikutnya digelar di ruangan yang lebih luas, juga meminta agar penggunaan alat rekam video maupun recorder pada setiap persidangan diizinkan.

“Ini bertujuan membackup seluruh berita acara sidang yang terjadi dalam ruang sidang, mengingat ancaman hukum bagi terdakwa adalah seumur hidup maupun hukuman mati,” kata Tigor Hupae.

Menurutnya, majelis hakim mengabulkan permintaan tersebut. Akan tetapi perekaman saat sidang selanjutnya dibatasi. Tidak diperbolehkan mengambil (mengambil video) streaming.

“Kalau (mengambil video atau gambar) sebatas menggunakan kamera telepon seluler, diizinkan,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa