Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Makna kamboti dalam Pemilihan Ketua Ikemas Kei

Warga memberikan suaranya pada Pemilihan Ketua Ikatan Masyarakat (Ikemas) Kei di Nabire, Minggu (8/12/2019) - Jubi/Titus Ruban.
Makna kamboti dalam Pemilihan Ketua Ikemas Kei 1 i Papua
Warga memberikan suaranya pada Pemilihan Ketua Ikatan Keluarga Masyarakat (Ikemas) Kei di Nabire, Minggu (8/12/2019) – Jubi/Titus Ruban.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Kamboti terbuat dari anyaman janur kelapa atau enau. Wadah untuk hasil kebun itu kerap digunakan dalam Pemilihan Ketua Ikatan Keluarga Masyarakat (Ikemas) Kei di Nabire.

KOMUNITAS Kei di Nabire mencari pemimpin baru melalui pemilihan Ketua Ikatan Keluarga Masyarakat (Ikemas) Kei Nabire. Pemilihan berjalan demokratis, dan mirip pelaksanaan pemilu atau pilkada.

Pemilihan Ketua Ikemas Kei berlangsung di Gedung Sekolah Dasar Santo Petrus Nabire, Minggu (8/12/2019). Ratusan warga begitu antusias memberikan hak suara mereka sebagai pemilih.

Sesuai kesepakatan bersama, pemilih harus berusia minimal 17 tahun. Nama mereka juga mesti tercatat di panitia pemilihan.

Pemberian suara dilakukan dengan cara mencoblos salah satu nama atau foto kandidat pada surat suara. Pencoblosan dilakukan di bilik suara. Dalam kondisi terlipat kembali, surat suara kemudian dimasukan ke kamboti yang berfungsi sebagai kotak suara.

Kamboti merupakan sejenis keranjang yang dianyam dari janur kelapa atau enau. Orang Pulau Kei Besar menyebutnya ngut, sedangkan Orang dari Pulau Kei Kecil menamainya kobot.

Loading...
;

Pemilihan Ketua Ikemas Kei Nabire 2019 diikuti sebanyak empat kandidat. Mereka berasal dari latar belakang agama berbeda. Ada Kristen dan Katolik, juga Islam.

“Kami tidak membeda-bedakan agama dalam pemilihan ketua. Itu seperti ungkapan dalam Bahasa Kei, Ain ni ain (kebersamaan),” kata Ketua Dewan Adat Ikemas Kei Nabire Joko Takerubun.

Pemilihan digelar untuk mengantikan Lauren Rettob yang menjabat Ketua Ikemas Kei Nabire sejak 2013. Rettob berharap pengurus berikutnya dapat bekerja jauh lebih baik lagi daripada mereka.

“Pengurus harus bekerja sukarela dan tanpa pamrih.  Makanya, pengurus baru yang terpilih nanti harus sudah siap bekerja untuk masyarakat,” katanya.

Melestarikan tradisi

Pemilihan Ketua Ikemas Kei Nabire akhirnya dimenangi oleh Yosep Ohoiwutun. Dia berjanji akan melanjutkan sejumlah program dari kepengurusan sebelumnya.

“Program kerja pengurus lama akan kami teruskan (lanjutkan), seperti arisan. Kami juga mengharapkan dukungan dan kerja sama dari semua warga Kei di Nabire,” kata Ohoiwutun.

Selain mencari pemimpin baru, Pemilihan Ketua Ikemas Kei Nabire sekaligus melestarikan tradisi kamboti. Mereka ingin memperkenalkannya kepada generasi penerus.

Kamboti sebenarnya merupakan wadah untuk hasil kebun. Bahan bakunya menggunakan daun kelapa yang berada di sekitarnya. Kamboti biasa dibuat langsung di lokasi pada sore hari agar dapat digunakan untuk membawa pulang hasil kebun ke rumah.

“Daun kelapa dibelah dua, dan dianyam. Setelah jadi, hasil kebun dimasukan ( ke kamboti) untuk dibawa pulang,” ujar Ohoiwutun.

Kamboti sudah beberapa kali digunakan dalam Pemilihan Ketua Ikemas Kei di Nabire. Itu disengaja agar generasi penerus Kei yang lahir di Nabire tidak lupa dengan tradisi dan budaya dari para leluhur mereka.

“Kami ingin anak muda juga mengenal kamboti. Itu terutama bagi mereka yang belum pernah sama sekali ke kampung (di Pulau Kei, Maluku),” kata Ohoiwutun. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top