Follow our news chanel

Previous
Next

Makna upacara bakar batu suku Dani

Upacara bakar batu di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (5/9/2019) – Jubi/Roy Ratumakin
Makna upacara bakar batu suku Dani 1 i Papua
Upacara bakar batu di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (5/9/2019) – Jubi/Roy Ratumakin

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh: Hari Suroto

Upacara bakar batu dilakukan oleh suku Dani di Lembah Baliem, Papua, salah satunya berfungsi sebagai bentuk perdamaian untuk mengakhiri permusuhan akibat perang suku atau untuk menyelesaian suatu permasalahan lainnya yang melibatkan orang banyak.

Upacara ini dilaksanakan melalui suatu persiapan yang cukup panjang dan sepekan sebelum dilakukan upacara. Kaum laki-laki disibukkan dengan menyiapkan kayu dan batu yang tidak mudah pecah saat dibakar.

Bagi kaum perempuan bertugas mengumpulkan ubi jalar, keladi, dan sayur-sayuran. Setelah semuanya siap, maka ritualpun segera dilakukan. Babi-babi yang di bawa ke tengah lapangan yang dikelilingi para tamu untuk dipanah dan dipotong.

Selain itu juga disiapkan seekor babi besar yang dipotong khusus dipersembahkan bagi roh nenek moyang, potongan daging babi ini diletakkan di bawah pohon yang dianggap sakral.

Memasak dengan bakar batu diawali dengan membuat lubang dalam tanah. Lubang ini dialasi rumput alang-alang, kemudian diisi dengan batu merah membara yang sebelumnya telah dipanaskan dalam api.

Loading...
;

Di atas batu panas ditaruh rumput alang-alang, setelah itu diatasnya diletakkan ubi jalar, di atas ubi jalar ditutup dengan rumput, diatasnya ditaruh batu panas lagi kemudian ditutup lapisan rumput, setelah itu diletakkan daun ubi jalar dan sayur-sayuran lainnya.

Di atasnya ditutup dengan rumput dan diletakkan batu panas lagi, kemudian ditutup dengan daun pisang dan diatas daun pisang ditaruh daging babi yang sudah disiapkan. Selanjutnya ditutup rumput lagi dan diletakkan batu panas lagi. Kemudian ditutup dengan rumput untuk menghindari keluarnya uap panas.

Setelah menunggu 1 jam, tumpukan tadi siap dibuka, bahan makanan yang telah masak akan dibagi secara bersama-sama dan akan dimakan bersama-sama.

Bakar batu adalah kerjasama dari persiapan, proses bakar batu serta pembagian hasil bakar batu dan kebersamaan saat menikmati hidangan bakar batu.

Bakar batu merupakan momen yang akan dipergunakan sebaik mungkin, agar dapat menikmati makanan bersama-sama dengan keluarga besar untuk kembali merasakan keutuhan keluarga.

Bakar batu merupakan momen yang dapat mempererat tali persaudaraan dan mengikat satu sama lain, karena dalam proses bakar batu ini dilakukan secara bersama-sama, gotong royong, dan saling menolong. (*)

Penulis adalah peneliti di Balai Arkeologi Papua

Editor: Timo Marten

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top