Follow our news chanel

Mama-Mama Papua belum rasakan manfaat otsus

Papua
Ilustrasi pedagang asli Papua - dok. Jubi

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Penerapan 20 tahun otonomi khusus dianggap belum berpihak kepada kaum marjinal. Banyak Orang Asli Papua atau OAP tidak merasakan nikmat pembangunan.

“Otsus (otonomi khusus) belum dapat menyejahterahkan OAP, termasuk Mama-Mama (pedagang kecil asli) Papua. Ekonomi mereka masih terbelakang,” kata Juru Bicara Asosiasi Pedagang Asli Papua (APAP) Nabire Mikael Kudiai, Kamis (29/10/2020).

Kudai mengatakan Mama-Mama Papua masih terus berjualan di pinggir jalan dan emperan toko karena  pasar-pasar sentral dikuasai pedagang Nonpapua. Janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire untuk membangun pasar khusus bagi Mama-Mama Papua juga tidak kunjung terealisasi.

“Lihat saja kondisi Mama-Mama Papua di Pasar Sentral Karang Tumaritis, Oyehe, dan Kalibobo, sangat memprihatinkan. Mereka berjualan di dekat tumpukan sampah dan berdebu. Bupati telah beberapa kali berganti, tetapi belum ada yang mampu mengubah kondisi perekonomian Mama-Mama Papua,” jelas Kudai.

Dia melanjutkan pemerintah setempat tidak pernah membina Mama-Mama Papua dalam mengembangkan usaha. “Calon (kepala daerah) turun ke pasar, dan buat janji sana-sini. Tolong, jangan berjanji kalau tidak bisa menepati.”

Pendiri APAP Nabire Roberta Muyapa mendesak pemerintah setempat merealisasikan pembangunan pasar khusus untuk pedagang asli Papua. Selain itu, mengembangkan koperasi serta usaha mikro kecil dan menengah yang dirintis OAP.

“(Pemkab Nabire) jangan hanya berjanji memerhatikan para pedagang asli Papua. Namun, datangi mereka dan cari tahu persoalannya,” kata Muyapa. (*)

Loading...
;

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top