Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mamberamo, investor China dan Katak Pinokio

Mamberamo, investor China dan Katak Pinokio 1 i Papua
Kabupaten Mamberamo Raya-Jubi/dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi- Mencari investor sampai ke negeri China. Mungkin itu ungkapan yang kini sedang berlaku bagi negara negara Pasifik Selatan, mulai dari Bougainville sampai Papua. Tak heran kalau Gubernur Papua Lukas Enembe, juga turut mengundang investor bangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Mamberamo.

Untuk mewujudkan semua rencana PLTA Mamberamo, Gubernur Papua Lukas Enembe belum lama ini bersama sejumlah pejabat Papua diajak Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia dan jajarannya berkunjung ke Shanghai, Wenzhou, dan Tongxiang di Provinsi Zhejiang, China.

Lebih lanjut kata Lukas Enembe, saat berada di Wenzhou, rombongannya bertemu manajemen perusahaan Huafon Group dan bos Tsingshan Holding Group, Xiang Guangda.

“Kami sudah pergi lihat juga. Memang lima tahun dia bangun luar biasa. Kalau Mamberamo mau dibangun, itu 23 ribu megawatt. Terbesar di dunia kalau hydropowernya dibangun. Jadi, saya pikir ini pabrik terbesar di Cina. Jadi diharap dia bisa masuk bangun Mamberamo,” kata Lukas Enembe, Rabu (11/12/2019) sebagaimana dikutip Jubi dari kbr.id/.

Gubernur Lukas Enembe meyakini kalau pembangunan hydropower dapat menyerap 100 ribu lebih tenaga kerja, sehingg dapat mengurangi angka pengangguran di Papua.

“Misalnya pembangunan yang mereka lakukan di Morowali, menyerap 65 ribu tenaga kerja. Mereka tertampung semua. Perusahaan ini memang merupakan pabrik batere (Lithium) terbesar di China,” katanya.

Loading...
;
Mamberamo, investor China dan Katak Pinokio 2 i Papua
Gubernur Lukas Enembe dan rombongan saat berkunjung ke China-Jubi/Ist

Hal senada juga dikatakan Ketua DPR Papua, John Banua Rouw, kalau pemerintah hendak membangun infrastruktur sebaiknya membangun pembangkit tenaga listrik karena akan memberikan efek positif bagi pendapatan daerah. “Misalnya dengan adanya pembangkit listrik yang memadai akan memberikan nilai tambah bagi pembangunan pabrik smelter di Papua untuk peleburan tembaga milik Freeport yang sekarang dibangun di Gresik,”katanya kepada Jubi, Senin (16/12/2019).

Dia menambahkan meskipun pembangunan infrasturktur jalan penting, tetapi pembangunan pembangkit listrik juga penting. Dia menyambut baik upaya Gubernur Papua Lukas Enembe untuk pembangunan PLTA Mamberamo.

Sementara itu menurut mantan Bupati Jayapura JP Karafir wilayah sungai Mamberamo memang pantas untuk dikembangkan PLTA tetapi bukan dibendung melainkan mengalirkan airnya agar bisa menggerakkan turbin bagi generator pembangkit listrik.”Saya melihat di sana tidak ada air terjun hanya saja aliran sungai yang deras,”katanya kepada Jubi Senin (16/12/2019)

Kawasan Lindung Mamberamo Foja

Walau memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi dan tenaga kerja, Direktur Eksekutif Walhi Papua dan Papua Barat Aies Rumbekwan mengingatkan lingkungan bagi keanekaragaman hayati yang terdapat di Kabupaten Mamberamo Raya dan Mamberamo Tengah.

“Kawasan Mamberamo termasuk wilayah konservasi yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak agar jangan sampai merusak ekosistem termasuk kawasan lindung Mamberamo Foja,”katanya.

Pernyataan Aiesh Rumbekawan ini sesuai dengan hasil penelitian Conservation International Indonesia pada November 2008 lalu dimana tim peneliti menemukan spesies baru di Pegunungan Mamberamo Foja.

Para peneliti menemukan katak berhidung pinokio itu dengan nama latin, Litoria sp nov. Dalam ekspedisi di gunung Foja, juga menemukan kangguru pohon mantel emas (Dendrolagus pulcherrimus). Meski telah ditemukan tahun 2005, kangguru berwarna keemasan ini sangat langka dan hidup di pohon.

Mamberamo, investor China dan Katak Pinokio 3 i Papua
Spesies katak pinokio asli endemik mamberamo-Jubi/CII dok

Mengutip laporan Julian Howay berjudul Keunikan Spesies Baru di Mamberamo Foja menyebutkan sejumlah spesies baru yang ditemukan para peneliti seperti, burung pengisap madu (Meliphagidae) yang merupakan penemuan spesies burung baru di New Guinea selama 70 tahun terakhir. Penemuan kembali burung Cenderawasih Parotia Berlepschi.

Mamberamo, investor China dan Katak Pinokio 4 i Papua
Kangguru emas pohon, spesies endemik Mamberamo-Jubi/CII dok

Ini Termasuk 20 spesies katak baru dan katak kecil (ukuran tubuh 14 mm), lima jenis palem, empat jenis tumbuhan berkayu yang baru, lima jenis kupu-kupu baru, 2 jenis burung (termasuk jenis burung penghisap madu) dan beberapa mamalia baru. Salah satu di antara mamalia baru itu adalah kangguru pohon mantel emas ((Dendrolagus pulcherrimus).Para peneliti juga menemukan satu posum baru dan satu tikus raksasa yang beratnya sekitar 1,7 kilogram dan panjang 50 sentimeter. Spesies ini memiliki ciri khas berbulu tebal dan berwarna abu-abu. Ekornya panjang dan ujungnya putih tidak memiliki bulu.

Rencana Bas Suebu

Wilayah Mamberamo terdapat dua Kabupaten yakni Mamberamo Tengah dan Mamberamo Raya. Selain itu ada Kabupaten Tolikara yang juga memanfaatkan Sungai Mamberamo untuk mengangkut barang dengan menggunakan perahu.

Mamberamo Raya memang telah dikenal luas karena memiliki jutaan potensi alam. Tidak saja karena memiliki potensi energi listrik yang berasal dari aliran Sungai Mamberamo yang besarnya mencapai 10 Terra Watt untuk membangun industri berat seperti smelting emas dan tembaga, industri baja serta industri petro kimia dengan ongkos produksi jauh lebih murah dibandingkan tempat lain di dunia.

Namun dibalik kemegahan PLTA Mamberamo di wilayah ini juga terdapat sekitar 300.000 hektar hutan sagu yang merupakan sumber daya raksasa untuk membangun bio etanol.
MantanGubernur Papua, Barnabas Suebu mengatakan, dari 300.000 hektar hutan sagu tersebut bisa dihasilkan lebih dari 4,5 (empat setengah) juta liter bio etanol secara lestari setiap tahun yang nilai jualnya lebih dari miliaran rupiah per tahun.

“Ini belum termasuk potensi nipah yang sangat besar yang hasil sadapannya sangat cocok untuk diolah menjadi bio etanol berkualitas tinggi. Belum termasuk juga potensi pengembangan fully mechanized rice estate atau sawah beririgasi dengan mekanisasi penuh dalam skala besar atau bahkan pengembangan perkebunan kelapa sawit dan kehutanan serta industri pengolahannya,” kata Suebu ketika itu.

Berbeda dengan Lukas Enembe, mantan Gubernur Papua Suebu justru berkunjung ke Jerman untuk mengembangkan potensi Hydropower di Mamberamo. Suebu bertemu dengan Dr. Rolf Petersen, seorang ahli dalam perencanaan pembangunan energi. Dalam pertemuan tersebut Gubernur Suebu menjelaskan secara mendetail latar belakang dan strategi pembangunan listrik tenaga air di Mamberamo.

Bersamaan dengan kunjungan ke Jerman, aktivis lingkungan dari Yayasan Lingkungan Hidup Papua (YALI) Papua menentang program pengembangan Mamberamo Hidro Power. Alasan aktivis saat itu kalau aktivitas pembanguan berjalan harus mengawasi perubahan di beberapa kabupaten antara lain Kabupaten Mamberamo Tengah dan Kabupaten Tolikara di Hulu Sungai Mamberamo. Apalagi kawasan Mamberamo termasuk Kawasan Marga Satwa Mamberamo Foja itu telah sesuai dengan SK Menteri Pertanian No:782/Kpts/UM/10/1982 tanggal 21 Oktober 1982.

Terlepas dari pro dan kontra fakta hari ini ibukota Kabupaten Mamberamo Raya dengan ibukotanya Kasonaweja yang termasuk dalam kawasan Marga Satwa Mamberamo Foja. Upaya mencari investasi dan pendapatan asli daerah (PAD) serta lapangan kerja terkadang bisa saja mengabaikan kawasan konservasi sehingga mengorbankan berbagai pihak terutama lingkungan, spesies dan akhirnya masyarakat yang tak berdaya akibat perubahan yang cepat.(*)

Editor: Syam Terrajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top