HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Manajemen PT Freeport Indonesia dinilai membangun pemahaman HAM sendiri

Tambang Freeport di Papua dari pencitraan satelit – Jubi/Mongabay.co.id
Tambang Freeport di Papua dari pencitraan satelit – Jubi/Mongabay.co.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – PT Freeport Indonesia selama ini dinilai membangun pemahaman Hak Asasi Manusia atau HAM versinya sendiri, yang cenderung bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM.

Penilaian itu dikatakan kepala kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey kepada Jubi melalui telepon selulernya, Jumat (3/4/2020).

“Dari aspek HAM, Freeport ini sebuah corporasi besar yang membangun pemahaman HAM, versi Freeport sendiri. Mesti diingat bahwa Indonesia telah menjadi bagian dari bisnis dan HAM,” kata Frits Ramandey.

Menurut Ramandey, mestinya penyebaran wawasan atau pendidikan  HAM untuk karyawan, security, dan warga di lingkungan perusahaan oleh Departemen HAM PT Freeport Indonesia, harusnya melibatkan lembaga-lembaga HAM yang kapabel dan diatur dalam Undang-Undang (UU).

Ramandey khawatirkan, jika manajemen PT Freeport Indonesia terus membangun pemahaman HAM versinya sendiri lanjut Ramandey, justru akan menimbulkan pertentangan baru dalam konteks HAM.

Ia berharap, Departemen HAM PT Freeport Indonesia tidak lagi membangun pemahaman HAM versinya sendiri. Akan tetapi mesti bekerjasama dengan lembaga-lembaga kapabel dan diatur UU dalam penyebarluasan dan pendidikan HAM.

Loading...
;

“Sekali lagi, PT Freeport adalah satu corporasi besar, yang mesti diingatkan bahwa Indonesia telah menjadi bagian dari sistem bisnis dan HAM,” ujarnya.

Sementara itu, anggota komisi bidang pemerintahan, keamanan, hukum dan HAM DPR Papua, Laurenzus Kadepa mengatakan tidak dipungkiri ada berbagai dugaan pelanggaran HAM yang  diduga dipicu keberadaan PT Freeport Indonesia.

Termasuk dalam pemberian hak-hak kepada orang asli Papua, terutama pemilik ulayat areal penambangan PT Freeport Indonesia dan hak-hak karyawan.

“Saya pikir, selama ini PT Freeport Indonesia memang tidak serius dalam prinsip-prinsip HAM. Seakan menganggap wilayah penambangannya itu adalah daerah tak bertuan, sehingga bertindak sesuka hati,” kata Kadepa belum lama ini.

Menurutnya, beberapa suku pemilik ulayat areal pertambangan PT. Freeport kini terpinggirkan. Tidak merasakan dampak kehadiran tambang emas dan tembaga itu.

“PT Freeport tutup mata di Timika, cuci tangan di Jakarta dan Amerika. Mereka sama sekali tak memberikan kontribusi yang berarti terhadap masyarakat pemilik ulayat,” ucapnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa