Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mandacan: Kualitas SDM yang jadi acuan pendidikan saat ini

Papua
Suasana acara wisuda di kampus Unipa Manokwari, Rabu (29/7/2020), dilakukan secara daring. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyatakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pergeseran pada sektor lapangan kerja, dan tuntutan baru di bidang penguasaan kompetensi, harus diantisipasi secara cermat dan akurat oleh setiap lembaga pendidikan tinggi.

Menurutnya, peluang dan tantangan kerja di tingkat lokal, domestik dan internasional harus diidentifikasi dan dijadikan rujukan dalam memilih jenis dan program yang akan dilaksanakan, termasuk diperkuatnya  jaringan kerja dengan dunia industri, asosiasi profesi dan lembaga sertifikasi.

“Harus disadari bahwa saat ini masyarakat  dan dunia kerja semakin menuntut kualitas. untuk itu peningkatan kualitas perlu dilakukan secara terus menerus, karena kualitaslah yang menentukan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap  lembaga pendidikan,” ujar Mandacan saat menghadiri acara wisuda di kampus Unipa Manokwari, Rabu (29/7/2020).

Mandacan: Kualitas SDM yang jadi acuan pendidikan saat ini 1 i Papua

Kualitas pendidikan akan  memberi dampak yang signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa dalam percaturan global.

Untuk itu semua harus berkomitmen yang kuat untuk memberikan  pendidikan yang terbaik pada masyarakat.

“Apalagi melalui kebijakan kampus merdeka atau merdeka belajar, lembaga pendidikan diharapkan mampu memberkan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak didiknya untuk melakukan peningkatan antara teori dan praktek dunia praktis,” ujar Mandacan.

Sementara, Rektor Unipa Manokwari, Meky Sagrim, menegaskan bahwa akreditasi merupakan permasalahan utama yang dihadapi Unipa saat ini, karena berkaitan dengan standarisasi kualitas lulusan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT).

Loading...
;

Diakui Sagrim, akreditasi berkaitan erat dengan pencarain pekerjaan para lulusan baik di Pemerintahan maupun  lembaga [perusahaan] swasta.

“Sejauh ini, [lembaga] Unipa belum terakreditasi karena belum adanya dokumen yang diusulkan. Tapi saya usahakan paling lambat Desember 2021 dapat dikirim secara daring melalui Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO),” kata Sagrim, yang baru menjabat Rektor Unipa selama dua bulan.

Sagrim pun membeberkan, bahwa dari 53 program studi (prodi) di kampus Unipa, belum satupun prodi yang terakreditasi Unggul (A). Rata-rata, sebut Sagrim masih berada pada posisi akreditasi Baik Sekali (B) dan Baik (C).

“53 Program studi di Unipa belum capai akreditasi (A). Yang ada saat ini 20 prodi terakreditasi (B), 22 prodi terakreditasi (C), dan 11 prodi lainnya belum terakreditasi,” kata Sagrim.

Selain belum terakreditasinya lembaga Unipa beserta 11 prodi [yang belum terakreditasi], Sagrim pun jujur mengatakan tentang kondisi 20 laboratorium di Unipa, karena satu pun dari 20 laboratorium itu belum tersertifikasi standar internasional [ISO].

“Dengan semua keterbatasan yang ada, saya akan mulai melakukan reformasi kelembagaan. Karena yang dibutuhkan Unipa saat ini adalah reformasi kelembagaan, bukan reformasi birokrasi. Lewat  kesempatan ini, saya juga ingin tegaskan, bahwa sudah waktunya Unipa berbenah,” ungkapnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top