Loading...

TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Manfaatkan eks Venue PON, Disorda Papua usulkan penambahan Cabor PPLP

Papua
Venue hoki indoor yang akan dimanfaatkan untuk pembinaan atlet PPLP Papua - Jubi/Sudjarwo Husain

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua melalui bidang peningkatan prestasi olahraga di tahun 2022 ini akan mengusulkan penambahan jumlah cabang olahraga (cabor) binaan untuk Pusat Pendidikan dan Latihan (PPLP) olahraga Papua.

Usulan penambahan jumlah cabor tersebut untuk memanfaatkan eks venue-venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI yang tersebar di klaster Kota dan Kabupaten Jayapura.

Kepala bidang peningkatan prestasi olahraga Disorda Papua, Timotius Matuan mengatakan,   tahun ini pihaknya mengusulkan penambahan jumlah cabor total menjadi 30 cabor yang di antaranya 20 cabor yang dibina oleh APBD dan 10 cabor APBN.

Kata Matuan, penambahan cabor tersebut untuk memanfaatkan venue-venue peninggalan PON dan juga pembinaan terhadap bibit-bibit atlet potensial.

“Venue yang berstandar nasional ini kan kalau kita tidak pakai berarti venue itu akan begitu saja, sehingga saya selaku penanggung jawab PPLP ini mengusulkan untuk penambahan cabor. Kan yang dibina oleh APBD itu ada 11 cabang olahraga dan APBN itu ada 3 cabang olahraga,” jelas Matuan kepada awak media Jubi, belum lama ini.

“Nah di tahun 2022 ini kita berusaha APBD itu kalau bisa ada penambahan menjadi 20 cabang olahraga, sedangkan yang APBN itu sementara kita usulkan ke Kemenpora bertambah menjadi 10 cabang olahraga, jadi totalnya 30 cabang olahraga,” tambahnya.

Ia berharap, pada Juni 2022 mendatang cabor PPLP yang diusulkan sudah mulai aktif di kawasan olahraga Doyo Baru, seperti Hoki dan Kriket.

“Nah bulan Juni mendatang itu kita semua sudah harus masuk ke kawasan olahraga di Doyo, khusus untuk PPLP APBD dan APBN. Hoki dan Kriket kita usulkan karena untuk memanfaatkan venue dan mess atlet kita yang ada di sana,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah menggodok usulan tersebut dan akan dimasukkan dalam RKA 2022. Sementara 10 cabor APBN berdasarkan olahraga-olahraga unggulan di Papua seperti atletik, sepak bola, tinju, taekwondo, pencak silat, karate, dayung dan lainnya.

“Penjajakannya itu penambahan cabor kalau APBD kami usulkan dan masukkan dalam RKA kita. Yang kedua kita usulkan 10 cabor APBN untuk tahun ini. 10 Cabor itu kita lihat olahraga-olahraga unggulan di Papua terutama atletik, sepak bola, tinju, taekwondo, pencak silat, karate, termasuk dayung. Kalau sepatu roda itu dalam pembinaan Kemenpora itu memang menurut mereka tidak ada tapi kita harus masukkan karena pembinaannya dalam rangka PON. Kalau untuk POPNAS tidak bisa karena cabor yang dipertandingkan itu ditentukan oleh tuan rumah sendiri,” bebernya.

Rencana pelaksanaan iven olahraga untuk pemanfaatan eks venue PON dan Peparnas juga sebelumnya sudah didengungkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua dan National Paralympic Committe (NPC) Papua.

NPC Papua bahkan sudah mengagendakan iven Kejurnas pararenang tahun ini.

“Kami sudah merencanakan untuk tahun 2022 ini. Tentunya rencana ini kami juga harus berkoordinasi dulu dengan NPC Pusat dan Kemenpora karena ini kan ada rencana Kejurnas yang kita mau adakan di sini. Kejurnas cabang olahraga pararenang,” kata Ketua Umum NPC Papua, H. Jaya Kusuma. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us