Follow our news chanel

Manggarai Cup Sentani dan persaudaraan

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Ikatan keluarga besar Manggarai Jayapura dan sekitarnya, akhirnya mengakhiri turnamen Manggarai Cup III di lapangam Batalyon Raider/751 Sentani, Kabupaten Jayapura.

Pertandingan ini berakhir setelah dua bulan sebelumnya 12 kesebelasan bersaing untuk memenangkan timnya masing-masing.

Pertandingan demi pertandingan dilalui hingga sempat terjadi perselisihan, yang berujung pengunduran diri salah satu tim. 

Namun, pertandingan diteruskan hingga mencapai partai final, Minggu (21/10/2018).

Laga final berlangsung seru. Sorak-sorai penonton di luar lapangan memenuhi lapangan milik baju loreng itu. Pertandingan pertama Abepura III FC kontra Sentani III FC yang merebut juara 3, dan Abepura II vs Persemas Sentani merebut juara 1. 

Pada laga pertama Sentani III FC meraih juara 3 setelah menang 2:0 atas Abepura III FC.

Loading...
;

Pada pertandingan kedua dimulai. Dua tim beradu taktik memperebutkan juara 1 untuk piala bergilir. Laga sengit Abepura II FC kontra Sentani II ini disebut tersengit sepanjang partai, sejak pembukaan dua bulan lalu.

Kedua tim berjibaku menjebol gawang lawan. Hingga babak pertama selesai pada pukul 15.40.

Tiap tim terlihat menyiapkan taktik dan strategi. Sementara penonton yang memenuhi lapangan Raider 751 menunggu di luar lapangan dengan penasaran.

Hingga delapan menit menuju pukul 16.00 pertandingan babak 2 dimulai. Skor masih imbang 0:0.

Tendangan demi tendangan, gol belum tercipta hingga menit 16.28 wasit meniupkan pluit panjang dan dilanjutkan adu penalti.

Alhasil, pertandingan dimenangkan Sentani 3 FC dalam adu penalti dengan kedudukan 5:4 untuk Sentani.

Pelatih Sentani 3 FC, Alfonsius Madur, kepada Jubi, Minggu sore, di Batalyon 751/Raider Sentani, mengatakan dirinya, bersyukur atas prestasi yang diraih anak asuhnya. Ia bahkan memberi apresiasi kepada anak asuhnya atas kebersamaan dan kekeluargaan orang Manggarai yang tercipta di lapangan hijau dan di luar lapangan.

Meski begitu, pria yang disapa Kae Wong ini berharap agar turnamen seperti ini ditingkatkan. 

"Orang-orang tua juga harus mendukung agar adik-adik termotivasi bermain secara profesional di tim lain," katanya.

Menurut dia, banyak anak muda Manggarai yang punya skill mumpuni. Mereka bahkan dapat bersaing dalam turnamen sekelas Flobamora dan Bupati Jayapura Cup.

Persaudaraan dalam bola

Ketua Tungku Manggarai Jayapura, Ignasius Hasim, menuturkan dari sekian tungku orang Flobamora di Jayapura, hanya Manggarai yang membuat kompetisi luar biasa seperti ini.

Manggarai Cup, menurutnya, dapat mempererat dan mempersatukan orang-orang Manggarai di perantauan, terutama Tanah Papua dan Jayapura. 

"Paling tidak, ada semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kompetisi pasti akan diselenggarakan ke depannya," kata Ignasius.

Lulusan STFT Fajar Timur Abepura ini juga mengharapkan, agar tungku lain dari ikatan keluarga Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor) Jayapura juga dapat menggelar kompetisi serupa.

"Dengan begitu dapat dengan mudah mengkordinir masyarakat," katanya.

Ia tak menyebut secara rinci jumlah orang Manggarai di Jayapura dan sekitarnya. Tetapi mereka tersebar di Kabupaten dan Kota Jayapura serta Kabupaten Keerom. Orang-orang Manggarai (kini Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur),  bekerja pada sektor-sektor swasta selain guru, rohaniwan, dan tenaga kesehatan. 

Senada dengan Ignasius, Ketua Panitia Penyelengara Mamggarai Cup 3 Sentani, Blasius Nabar, mengatakan kompetisi seperti ini bukan soal ada uang atau tidak. Lebih dari itu, kompetisi adalah soal kebersamaan, dan harus dipertahankan.

"Mari kita belajar dari kekurangan untuk menjadi lebih baik," kata Blasius.

"Intinya persaudaraan kekeluargaan," katanya lagi.

Selain turnamen sepak bola, persaudaraan dan kekeluargaan orang Manggarai juga biasanya dilakukan melalui pentas tarian perang bernama caci.

Awal tahun ini caci dipentaskan juga untuk menggalang dana pembangunan Gereja Katolik St. Agustinus Entrop dan St. Petrus dan Paulus Argapura.

Salah peorang pemuda Manggarai di Jayapura, Karolus Burdin, mengatakan kekeluargaan dan solidaritas tak hanya pada momen-momen tertentu. Namun, kesemua itu hendaknya dipertahankan dan dapat berkontribusi membangun tanah Papua.

Kali ini dirinya mengasuh kesebelasan Abepura II FC yang mendapat posisi runner up. 

Kalah dan menang merupakan bonus bagi kerja sama yang baik. Sepak bola merupakan kerja tim atau kerja bersama, bukan perjuangan individu. Oleh karena itu, baginya kekalahan timnya merupakan kesuksesan tertunda.

"Ya, semoga pertandingan ini menjadikan kita semakin akrab sebagai satu keluarga" kata Karlos.

Pemuda yang bekerja sebagai jurnalis di salah satu media lokal ini melanjutkan, orang Manggarai di perantauan kerap menggelar berbagai kegiatan, untuk merekatkan kebersamaan dan kekeluarga, serta solidaritas antarsesama. 

Manggarai Cup merupakan salah satu upaya mempertemukan orang-orang Manggarai di tengah-tengah kesibukan masing-masing. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top