Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mantan Bupati Merauke: Kita semua harus jadi juru damai

Tokoh masyarakat Papua selatan, Johanes Gluba Gebze, saat memberikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Mantan Bupati Merauke: Kita semua harus jadi juru damai 1 i Papua
Tokoh masyarakat Papua selatan, Johanes Gluba Gebze, saat memberikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Seorang tokoh masyarakat Papua Selatan yang juga mantan Bupati Merauke, Johanes Gluba Gebze (JGG), mengungkapkan masih ada sedikit kesulitan teknis menjelang pemilu serentak untuk pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden (pilpres) April nanti.

Karena terdapat instrumen berupa lima surat suara dengan warna berbeda. Sehingga tentu membutuhkan waktu bagi pemilih di bilik suara menentukan pilihan secara tepat. Kelima surat suara tersebut yakni untuk capres-cawapres, DPR RI, DPD, DPR provinsi, dan DPRD.

Mantan Bupati Merauke: Kita semua harus jadi juru damai 2 i Papua

Hal tersebut disampaikan JGG kepada sejumlah wartawan, Minggu (26/3/2019).

Dikatakan, meskipun masih ada kesulitan dan kekurangan, namun satu yang harus dimiliki semua masyarakat di Papua Selatan mulai dari Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat yakni kedamaian, ketenteraman, dan kenyamanan.

“Untuk tetap memiliki itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat di Papua selatan agar menjadi juru damai. Kedamaian di negeri ini dimulai dari diri sendiri. Ketika kita sudah membentuk diri menjadi juru damai, lingkaran juru damai akan terus meluas,” katanya.

Seluruh masyarakat, lanjut JGG, telah berketetapan bahwa semangat kekayaan Nusantara begitu banyak yang telah disepakati dari dulu yakni Merauke istana damai, istana cinta kasih, dan istana kerukunan agar tak boleh bergeser.

Loading...
;

“Sekalipun iklim berganti dari musim kemarau ke musim hujan, namun saya berharap musim tak menggeser negeri ini. Ketentraman dan kedamaian harus dimulai dari Merauke. Karena Tuhan menempatkan negeri dan manusia sebagai pilihan dan keteladanan dalam melaksanakan amanat cinta kasih dan kedamaian, kerukunan serta solidaritas,” ujarnya.

Kemajemukan, menurut JGG, adalah anugerah bukan persoalan. Terimalah kemajemukan sebagai sukacita untuk memroses diri.

Dikatakan, Pileg dan Pilpres akan berlangsung tanggal 17 April 2019. Bagi umat Nasrani, pesta demokrasi itu dilaksanakan pada perayaan Paskah.

“Kita boleh protes kenapa pemerintah tak hargai umat Nasrani untuk konsentrasi melaksanakan Paskah,” katanya.

Namun, jelas dia, dibalik itu ada kandungan makna lain. Masyarakat ingin memilih pemimpin sejati untuk membawa negeri ini lebih baik. Sehingga Tuhan melalui para penentu kebijakan, menetapkan pemilu dilaksanakan bulan April.

“Kalau kita sinergikan makna Paskah dengan pemilu, berarti ada maksud Tuhan. Ketika Salib Tuhan membebaskan umat dari kegelapan, kita harap pemilu berjalan aman dan damai,” pintanya.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung, juga meminta masyarakat  tetap menjaga kedamaian di Bumi Anim Ha menjelang pesta demokrasi itu.

“Kita semua bersaudara. Olehnya, kedamaian harus tetap dipelihara dan dirawat terus dari waktu ke waktu,” pinta Kapolres. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top