Follow our news chanel

Mantan pemimpin Kiribati diduga dihina Menteri Australia

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Canberra, Jubi – Anote Tong, yang diduga dihina oleh seorang menteri Australia, menegaskan bahwa ia tidak mengambil tindakan apa-apa, karena Canberra berisiko kehilangan statusnya di wilayah Pasifik

Anote Tong telah menghadapi minggu yang cukup sibuk. Mantan Presiden Kiribati itu telah berada di Australia untuk advokasi, agar pemerintah negara itu mengambil tindakan yang lebih keras terhadap perubahan iklim, yang mengancam akan menenggelamkan negaranya di Pasifik dalam beberapa dekade ke depan ketika permukaan laut naik.

Tetapi, pada Rabu lalu (17/10/2018), ia terjebak dalam suatu kontroversi baru ketika berbagai laporan bermunculan, mengatakan bahwa menteri bidang lingkungan hidup Australia, Melissa Price, diduga mengatakan kepadanya bahwa “semuanya ini selalu tentang uang“ ketika para pemimpin dari Kepulauan Pasifik datang ke Australia.

Akibatnya, Tong menjadi tenar. Ketika bertemu The Guardian Kamis sore, keesokan harinya, dia telah sibuk sejak jam 4 pagi dengan berbagai macam wawancara dan pertemuan.

Meskipun komentar-komentar yang dituduhkan oleh Price telah membuatnya lebih terkenal, hal ini juga dapat mengancam menggagalkan pesan yang ingin disampaikannya, tentang dampak perubahan iklim untuk Kiribati dan apa yang dapat dilakukan oleh negara-negara seperti Australia untuk membantu.

Ketika diwawancarai, Tong berkata ia hanya ingin melanjutkan tugasnya dalam advokasi dampak perubahan iklim. “Kita telah melewati hal itu, saya tidak ingin kembali. Saya telah menerima telepon dari menteri Price, yang menurut saya menunjukkan betapa ia murah hati, hanya untuk mengatakan jika ia telah menyinggung perasaan saya dengan itu bukanlah niatnya.”

Loading...
;

Tong juga memiliki beberapa kritik lain untuk menteri lingkungan dan rekan-rekannya. Dia marah mengetahui reaksi mereka terhadap laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) pekan lalu, yang mengungkapkan bahwa dunia hanya punya waktu sampai 12 tahun ke depan, untuk membatasi pemanasan global menjadi maksimum 1,5°C.

Price mengatakan Australia tidak akan ceroboh dalam membuat komitmen untuk menghapus penggunaan batu bara pada tahun 2050, sementara wakil perdana menteri, Michael McCormack, mengatakan Australia tidak akan mengubah kebijakan berdasarkan rekomendasi ‘satu laporan’.

“Saya tidak senang. Saya sangat kecewa ketika mendengar kredibilitas laporan itu dipertanyakan, karena tidak ada alternatif lain yang diajukan dan apa yang dipertaruhkan ini bukan hal yang kecil,” kata Tong. “Ini bukan tentang kenaikan harga atau penurunan harga listrik, ini tentang kehidupan, ini tentang masa depan.”

Jika Australia, yang telah menerima kritik dari banyak tetangganya di Pasifik karena gagal mengambil tindakan yang lebih terpadu dalam mengurangi emisi, tidak mengubah pendiriannya, Tong mengatakan itu membahayakan bukan hanya posisinya sebagai pemimpin regional, tetapi juga untuk disambut di organisasi-organisasi regional sama sekali. (The Guardian)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top