Follow our news chanel

Mantan PM PNG Peter O’Neill ditahan

Mantan Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill, ditahan. - The Guardian/ Dave Hunt/EPA
Mantan PM PNG Peter O'Neill ditahan 1 i Papua
Mantan Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill, ditahan. – The Guardian/ Dave Hunt/EPA

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Polisi Papua Nugini telah menagan mantan perdana menteri Peter O’Neill atas dugaan pengadaan mesin generator dari Israel tanpa persetujuan parlemen.

O’Neill ditangkap pada hari Sabtu, 23/5/2020, di bandara utama Port Moresby, ibu kota PNG, setelah ia kembali dari Australia, untuk diinterogasi, demikian menurut Asisten Komisioner Hodges Ette dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan Ette menjelaskan bahwa O’Neill dituduh telah melakukan pembayaran sebesar 50 Juta Kina ($ 14 Juta) untuk membeli dua mesin generator dari Israel, tanpa menaati UU mengenai manajemen keuangan publik negara itu, tanpa persetujuan parlemen, dan tanpa -tender.

Pernyataan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang mesin generator atau identitas penjual yang dituduhkan. Namun pernyataan itu mengutip adanya bukti “penyelewengan, penyalahgunaan jabatan, dan korupsi.”

Pada hari Minggu sore, O’Neill menyalahkan perdana menteri saat ini, James Marape, atas transaksi pembelian tersebut.

Menurut O’Neill, pembelian dua generator itu dilakukan untuk memperbaiki masalah pemadaman listrik yang sudah lama terjadi di Port Moresby dan Lae. Menurutnya Marape, yang saat itu menjabat sebagai menteri keuangan PNG, mengesahkan pengecualian dari prosedur pengadaan yang ada dan menyetujui kontrak non-tender itu.

Loading...
;

“Kita semua tahu bahwa kasus yang sangat dipolitisir ini telah dipengaruhi dan didorong oleh tokoh-tokoh gelap di balik layar yang ingin memaksakan penangkapan ini,” kata O’Neill dalam sebuah pernyataan. “Jika polisi benar-benar independen, mereka juga harus menuntut Marape karena tidak mengikuti proses tender pengadaan barang.”

Menanggapi hal itu, Marape mengatakan bahwa menteri keuangan biasanya berada di tahap akhir dalam rantai proses persetujuan kontrak.

“Saya akan menawarkan pernyataan saya sebagai saksi negara, seperti yang saya sudah lakukan untuk komisi penyelidikan atas pinjaman UBS, dan saya ingin menyampaikan kepada bangsa ini bahwa saya tidak akan pernah menggunakan kantor PM untuk menghentikan atau mendorong polisi dalam melakukan tugas konstitusional mereka,” tegas Marape.

Dalam pernyataannya yang panjang, O’Neill menerangkan “bahwa tidak ada gugatan atau tuntutan terhadap saya yang menunjukkan adanya keuntungan pribadi apapun.” (The Guardian) 

Editor: Zely Ariane

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top