Follow our news chanel

Previous
Next

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua
Juru bicara gugus tugas Covid-19 Papua Barat, dr.Arnold Tiniap. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).  

Masa kampanye masih panjang, masyarakat wajib waspadai Covid-19

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi –  Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat mengajak masyarakat untuk mewaspadai penularan Covid-19 pada tahapan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada). Penularan di virus korona di provinsi itu terus mluas

“Masa kampanye akan berlangsung hingga 5 Desember 2020. Ada rentang waktu cukup lama, kalau tidak hati-hati jangan kaget jika terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi pada masa kampanye ini,” ucap juru bicara Satgas Covid-19 Papua Barat Arnoldus Tiniap kepada antara, Jumat (9/10/2020).

Arnold menyebut pilkada serentak yang digelar di tengah pandemi ini belum ada pengawasan yang ketat dalam hal protokol kesehatan. Fakta di lapangan menemukan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan belum sejalan dengan semangat pesta demokrasi.

“Tiga poin penting dalam protokol kesehatan adalah pakai masker, jaga jarak dan rutin cuci tangan. Ini masih susah, kalau kita mengumpulkan banyak orang jaga jaraknya belum nampak, cuci tangan apa lagi,” katanya.

Hal itu menjadi sangat penting, mengingat beberapa pekan lalu dua bakal calon bupati di Papua Barat yang terpapar Covid-19 yakni dari Sorong Selatan dan Manokwari Selatan. Kasus tersebut diharapkan menjadi perhatikan bagi seluruh calon kepala daerah.

Arnold berharap protokol kesehatan pada seluruh tahapan pilkada benar-benar dipatuhi. Tindakan tegas harus dilaksanakan agar pilkada tidak menjadi klaster baru Covid-19 di Papua Barat.

“Apa yang terjadi sekarang ini adalah buah dari apa yang kita tanam sebelumya. Kita jaga sama-sama agar kasus Covid-19 di Papua Barat tetap terkendali, meskipun digelar Pilkada,” ujarnya.

Loading...
;

Pilkada serentak di provinsi ini akan dilaksanakan di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Raja Ampat, Sorong Selatan, Fakfak serta Kaimana. Dari sembilan kabupaten ini, tersisa Pegunungan Arfak yang belum pernah melaporkan temuan kasus positif Covid-19.

Penambahan kasus positif sejak Juli meningkat pesat

Ia mengungkapkan, penyebaran Covid-19 sudah sangat masif di Papua Barat. Dari sembilan daerah yang menggelar Pilkada serentak hanya satu yang saat ini masih berada pada zona hijau.

Satgas Covid-19 Papua Barat panambahan kasus Covid-19 di provinsi tersebut terus meluas sejak Juli 2020.

“Setelah penerapan new normal angkanya langsung meningkat, bahkan dari Agustus sampai sekarang penambahan sangat signifikan. Semula hanya ada klaster Gowa dan pelaku perjalanan tapi sekarang kita lihat sudah menyebar ke mana-mana,” ucap Tiniap.

Selain keluarga dan aparatur sipil negara (ASN), lanjut Arnold, klaster penularan SARS-COV-2 di Papua Barat kini sudah merambah ke tenaga kesehatan, perbankan, pertokoan. Tidak sedikit anggota TNI dan Polri pun ikut terpapar di daerah itu.

“Sudah menyebar ke semua lini, untuk itu kita harus lebih waspada. Dalam situasi seperti ini upaya pencegahan harus lebih ditingkatkan dan melibatkan semua pihak,” katanya.

Ada kesenjangan yang cukup jauh antara pencegahan dan perkembangan penularan Covid-19 di provinsi ini. Masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Belakangan ini Satgas di sejumlah daerah termasuk Manokwari mulai gencar lakukan pendisiplinan. Kami berharap masyarakat pun sadar, jangan abai terhadap protokol kesehatan karena inilah satu-satunya cara untuk menekan laju perkembangan Covid-19,” terang Arnold

“Kita satuan tugas dan pemerintah pun sebenarnya harus melakukan evaluasi. Perlu upaya yang lebih tegas, sebab seberapa pun fasilitas kesehatan yang kita siapkan itu semua tidak akan cukup jika setiap hari ada penambahan kasus,” ujarnya lagi.

Ia mengungkapkan, saat ini grafik menambahkan kasus baru jauh lebih tinggi dibanding angka kesembuhan.

“Kalau kita tidak melakukan antisipasi laju penambahan kasus Covid-19 akan semakin tidak terkendali. Semua pihak punya peran, termasuk masyarakat. Semua harus patuh dan sadar bahwa kita dapat tertular serta menularkan kepada yang lain. Sadar pula bahwa, imunitas tubuh setiap orang itu beda-beda, ada yang kuat ada juga yang lemah,” demikian Arnold Tiniap.(*)

Editor: Angela Flassy

Scroll to Top