HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Masker habis di Jayapura, sarung tangan pun dijual terbatas

Ilustrasi masker dan sarung tangan-Jubi/dam.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Senin sore, 31 Maret 2020, Jubi mencoba melakukan reportase terkait ketersediaan masker di Jayapura.

Berjalan menuju beberapa apotik termasuk Apotik Kimia Farma di jalan Raya Sentani Padangbulan.

Kepada petugas loket apotek Jubi menanyakan apakah masih menjual masker pelindung wajah.

“Wah stoknya sudah habis,” kata petugas loket kepada Jubi, sore itu.

Memang masker itu bukan standar N95 tetapi hanya untuk sekadar menutup hidung dan mulut.

Petugas itu hanya bilang, “Kalau bapak mau membeli sarung tangan atau handscoon masih ada tetapi dijual terbatas. Kalau bapak mau beli hanya boleh mendapat  lima buah sarung tangan,harga sepasang Rp 3000,” katanya.

Loading...
;

Sebelumnya, pembelian masker dilakukan di salah satu Super Market di Kotaraja. Setiap pembeli hanya diberi jatah satu bungkus berisi delapan masker seharga Rp 12.500,- saja.

Kepala Bidang Pengembangan Rumah Sakit Umum Abepura dr Adrian Engel Ansanay mengatakan, Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting bagi petugas medis baik dokter maupun para medis yang melayani pasien.

“Itu juga termasuk para cleaning service yang membersihkan ruang-ruang pasien dan kamar,” katanya seraya menambahkan kalau semua petugas Rumah Sakit tidak terlindungi dengan baik akan mengganggu tugas mereka dalam melayani pasien.

Dr Engel juga menambahkan seiring dengan adanya virus corona ini alat pelindung diri semakin mahal.

“Harganya sangat mahal dari Rp 800 ribu sampai naik menjadi dua juta rupiah, apalagi alat pelindung diri hanya sekali pakai saja dan langsung dimusnahkan,” kata dr Adrian Engel Ansanay kepada Jubi Senin (31/3/2020).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap menyarankan cuci tangan, hindari menyentuh wajah, dan menjaga jarak dengan orang lain sebagai cara-cara pencegahan penyebaran virus corona.

Baca juga  Akper Nabire Galang dana untuk korban banjir di Sentani

WHO mengatakan, yang disarankan untuk mengenakan masker adalah mereka yang dicurigai terinfeksi atau Anda yang sedang merawat pasien positif COVID-19.

Mengutip katadata.co.id menyebutkan mewabahnya virus corona menyebabkan banyak masyarakat membeli masker wajah. Bahkan, harganya di sejumlah e-commerce naik tajam. Ada dua jenis masker wajah yang dinilai efektif meminimalkan penyebaran virus corona. Pertama masker bedah dan kedua masker N95.

 “Tetapi, respirator N95 yang paling protektif,” kata Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Vaccine Provider Amerika Serikat (AS) Dr Michael Hall dikutip dari CNET.

Masker bedah biasanya berbentuk persegi panjang dan ada tali pengikat. Masker ini biasa dipakai oleh dokter bedah atau ketika Anda bepergian ke luar rumah. Tujuan utama masker bedah untuk mencegah cairan bersin atau batuk orang lain masuk ke mulut atau hidung anda.

Namun, ahli virologi mengatakan bahwa masker bedah tidak dapat memblokir virus di udara memasuki tubuh Anda. Untuk itu, Anda memerlukan respirator atau alat pelindung yang pas dipakai di wajah. Salah satu respirator yakni N95, yang dapat memblokir setidaknya 95 persen partikel kecil. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa