Follow our news chanel

Masyarakat adat dukung pengembalian Mamberamo Raya ke Wilayah Adat Mamta 

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Tan Wie Long saat menyosialisasikan rancangan perubahan Perdasus Kursi Pengangkatan di Asrama Mahasiswa Mamberamo Raya, Jayapura. - Jubi. Dok pribadi
Masyarakat adat dukung pengembalian Mamberamo Raya ke Wilayah Adat Mamta  1 i Papua
Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Tan Wie Long saat menyosialisasikan rancangan perubahan Perdasus Kursi Pengangkatan di Asrama Mahasiswa Mamberamo Raya, Jayapura. – Jubi. Dok pribadi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Tan Wie Long menyatakan masyarakat adat dan mahasiswa dari Kabupaten Mamberamo Raya mendukung upaya Dewan Perwakilan Rakyat Papua mengembalikan wilayah kabupaten itu ke dalam Wilayah Adat Mamta-Tabi. Hal itu dinyatakan Tan di Jayapura, Kamis (4/7/2019).

Tan menyatakan dukungan itu disampaikan para tokoh masyarakat dan mahasiswa Mamberamo Raya ketika ia menyosialisasikan rencana perubahan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) tentang Kursi Pengangkatan di Asrama Mahasiswa Mamberamo Raya di Kota Jayapura pada Selasa (2/7/2019) lalu. Banyak pemangku kepentingan dari Kabupaten Mamberamo Raya sejak lama mempertanyakan kekeliruan Perdasus Nomor 7 Tahun 2016 yang memasukkan wilayah Kabupaten Mamberamo Raya menjadi bagian dari Wilayah Adat Saereri.

Saat ini, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) sedang membahas rancangan perubahan Perdasus Nomor 7 Tahun 2016 itu. Rancangan baru itu merupakan perubahan kedua Perdasus Kursi Pengangkatan, dan akan menjadi dasar memilih para anggota DPRP periode 2019 – 2024 melalui mekanisme pengangkatan.

Para pihak yang membahas rancangan perubahan Peraturan Daerah Khusus atau Perdasus Kursi Pengangkatan menyepakati wilayah Kabupaten Mamberamo Raya akan dikembalikan menjadi bagian dari Wilayah Adat Mamta. Hal itu diputuskan setelah DPRP menerima pertimbangan dari Majelis Rakyat Papua (MRP).

“Masyarakat dan mahasiswa menyatakan mendukung revisi Perdasus Kursi Pengangkatan itu. Jika masih ada pihak yang memperdebatkannya, kami akan mengundang pihak adat Kabupaten Mamberamo Raya menjelaskan sejarah kabupaten itu,” kata Tan Wie Long kepada Jubi.

Kata Tan Wie Long, selama ini masyarakat Mamberamo Raya mempertanyakan dasar Perdasus Nomor 7 Tahun 2016 memasukkan Kabupaten Mamberamo Raya ke dalam bagian dari Wilayah Adat Saireri, bersama Kabupaten Waropen, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, dan Supiori. Mamberamo Raya merupakan kabupaten pemekaran yang dibentuk dengan menggabungkan lima distrik di Kabupaten Sarmi dengan tiga distrik di Kabupaten Waropen.

Loading...
;

Kabupaten yang beribukota di Burmeso itu resmi menjadi kabupaten sendiri pada 15 Maret 2007, dengan dasar hukum Undang-Undang nomor 19 tahun 2007. Sebagian besar wilayah Kabupaten Mamberamo Raya sejak dahulu merupakan bagian dari Wilayah Adat Mamta-Tabi. “Dalam pertimbangannya terhadap rancangan perubahan Perdasus Kursi Pengangkatan itu, MRP juga menyatakan Mamberamo Raya secara adat istiadat adalah bagian Wilayah Adat Mamta-Tabi,” ujarnya.

Anggota DPRP dari kursi pengangkatan mewakili Wilayah Adat Saireri yang sekaligus merupakan wakil dari Kabupaten Mamberamo Raya, Yotam Bilasi mengatakan pengembalian Mamberamo Raya menjadi bagian dari Wilayah Adat Mamta-Tabi merupakan aspirasi masyakat setempat. “Selama ini masyarakat Mamberamo Raya menanyakan status wilayah adat kabupaten mereka. Apakah berada dalam wilayah adat Mamta-Tabi atau Saireri,” kata Yotam Bilasi.

Sebagai anak adat Mamberamo Raya, Yotam Bilasi menyatakan menolak jika kabupaten itu tetap menjadi bagian Wilayah Adat Saireri, karena berdasar tatanan adat sejak zaman dahulu, Mamberamo Raya bagian dari Wilayah Adat Mamta-Tabi. “Kalaupun sekarang saya duduk di DPRP sebagai perwakilan wilayah adat Saireri, ini karena [kekeliruan pengaturan] dalam Perdasus Nomor 7 Tahun 2016 yang memasukkan Kabupaten Mamberamo Raya dalam Wilayah Adat Saereri,” ujar Bilasi. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top