Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Masyarakat adat harus berdiri di atas kekayaan sendiri

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat mengunjungi Festival Budaya Pesona Bahari Teluk Tanah Merah, beberapa waktu lalu - Jubi/Engel Wally
Masyarakat adat harus berdiri di atas kekayaan sendiri 1 i Papua
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat mengunjungi Festival Budaya Pesona Bahari Teluk Tanah Merah, beberapa waktu lalu – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan masyarakat adat harus berdiri di atas hasil kekayaan, sumber daya alam, dan potensi lokal mereka sendiri. Mereka tidak boleh mengikuti pengaruh-pengaruh di luar dari kampung adat masing-masing.

Dikatakan, masyarakat di kampung adat memiliki batas-batas pemerintahan, batas-batas tanah yang dikelola secara umum maupun pribadi, sehingga keberadaan ini memberikan nilai dan harapan bagi masyarakat adat untuk tetap eksis dan kuat di waktu-waktu mendatang.

Masyarakat adat harus berdiri di atas kekayaan sendiri 2 i Papua

“Pemerintah daerah memberikan kewenangan penuh kepada masyarakat adat untuk mengatur dan mengurus diri mereka sendiri melalui pemerintahan kampung adat. Oleh sebab itu, tidak bisa ada intervensi dari luar,” jelas Bupati Awoitauw, saat dihubungi di Sentani, Jumat (18/10/2019).

Dikatakan, ketika kita melihat jauh kebelakang sebelum tahun 2013, tepatnya 24 Oktober, kita lahirkan semangat dan gelora masyarakat dalam hari kebangkitan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura. Masyaraat adat hanya sebatas pemadam kebakaran, bahkan sistem dan fungsinya sama sekali tidak begitu nampak dan tidak diakui oleh masyarakat umum bahkan pemerintah daerah.

“Tahun ini memasuki usianya yang keenam, ada banyak hal yang sementara dan terus dilakukan untuk perbaikan sistem, dan keberlangsungan pemerintahan masyarakat adat itu sendiri. Dengan kewenangan yang sudah ada sejak leluhur kita, hak, tugas, dan fungsi harus dijalankan kembali dalam satu pemerintahan kampung adat,” jelasnya.

Bupati Awoitauw juga mengatakan pemerintah daerah sudah berulang kali mengingatkan agar tanah yang menjadi hak ulayat, sudah tidak lagi diperdagangkan dalam bentuk apapun kepada siapa saja. Karena tanah merupakan aset yang paling berharga yang harus dikelola dengan sebaik mungkin.

Loading...
;

“Ketika tanah sudah tidak ada, siapa lagi yang bisa menolong bahkan memberikan bantuan untuk hidup pada waktu-waktu yang akan datang. Kita akan menjadi penonton di atas tanah kita sendiri,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dirinya sangat berharap agar masyarakat adat tetap berdiri di atas jati diri mereka sendiri untuk mengelola semua sumber daya dan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakat di kampung masing-masing.

“Tanah, hutan, kayu, hutan sagu, danau, dan lahan pertanian adalah bagian potensi yang dapat dikelola untuk kesejahteraan masyarakat di kampung adat. Karena semuanya berada di atas tanah dan air milik masyarakat adat,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Dewan Adat Suku (DAS) Kabupaten Jayapura, Daniel Toto,  mengatakan sebagai masyarakat adat pihaknya tetap melaksanakan apa yang menjadi tugas dan fungsi dalam sebuah sisitem pemerintahan kampung adat.

“Undang-undang 1945, undang-undang desa, undang-undang otonomi khusus sangat menjamin keberadaan kampung adat, sehingga hal ini menjadi peluang besar bagi masyarakat adat untuk kembali ke kampung dan mengelola apa yang mereka miliki di atas lahan, tanah, dan air mereka,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top