Follow our news chanel

Previous
Next

Masyarakat adat Papua perlu diadvokasi hadapi investasi

Masyarakat adat Papua perlu diadvokasi hadapi investasi 1 i Papua
Para peserta pertemuan advokasi masyarakat adat berpose setelah kegiatan – Jubi/David Sobolim

Jayapura, Jubi- Menghadapi arus investasi yang terus masuk ke Papua, para pekerja pendampingan dan advokasi masyarakat adat perlu dipersiapkan, demi menjaga hutan, tanah serta kesejahteraan masyarakat adat itu sendiri.

Terkait hal itu Jaringan Kerja Rakyat ( JERAT) Papua bersama beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) menyelenggarakan pertemuan dari 9-10 Maret 2019 di salah satu hotel Kota Jayapura.

Wirya Supriyadi dari JERAT Papua kepada Jubi mengatakan investasi dalam skala besar akan menyebabkan dampak terhadap masyarakat adat Papua sebagai pemilik ulayat, mereka terancam kesulitan mendapatkan pangan lokalnya.

Pihaknya menilai, banyak investasi di Papua baik sektor perkebunan,kehutanan, pertambangan dan HPH akan cenderung menyebabkan konflik dalam pelepasan tanah, ketika perusahaan-perusahaan multinasional mencaplok dan mengambil alih lahan.

Menurutnya, sepatutnya investasi bermanfaat buat masyarakat adat . Fenomena pelepasan tanah ini merupakan gejala di mana- mana, Dampaknya ke masyarakat adat itu sendiri dan itu sudah terjadi di Papua.

“ Kami berharap bisa memberikan pendampingan dan membela hak-hak masyaraakat adat Papua,” katanya Sabtu (9/3/2019) di Jayapura.

Melalui pertemuan tersebut juga sudah terbentuk salah lembaga yang akan mengadvokasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adat.

Loading...
;

Data Koalisi Masyarakat Sipil untuk Tata Ruang Papua menyebutkan, hingga 2017 sudah ada 187 izin industri berbasis lahan, yang dikeluarkan pemerintah di Papua. Dari ratusan izin tersebut, 82 di antaranya izin pertambangan, 75 izin usaha perkebunan kelapa sawit, dan 30 izin di sektor kehutanan.

Sementara itu Aiesh Rumbekwan dari Walhi Papua mengatakan bahwa momentum politik ke depan bisa dipakai untuk menyuarakan dan memerjuangkan isu ini.

“Saya harap kita memilih kawan-kawan yang produktif memahami isu lingkungan dengan baik mulai level kota provinsi maupun nasional,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top