Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Masyarakat adat Sentani Timur lapor ke presiden terkait pembayaran tanah hak ulayat

Masyarakat Adat Nendali saat pertemuan dengan Staf Presiden Bidang Polhukam di Kampung Nendali. -Jubi/Engel Wally
Masyarakat adat Sentani Timur lapor ke presiden terkait pembayaran tanah hak ulayat 1 i Papua
Masyarakat Adat Nendali saat pertemuan dengan Staf Presiden Bidang Polhukam di Kampung Nendali. -Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Masyarakat Adat Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, melaporkan lahan hak ulayat mereka yang digunakan bertahun-tahun tanpa ada biaya kompensasi dari pihak pengguna.

Lahan tersebut yakni lokasi berdirinya Stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan seluas 62 hektare, sedangkan 42 hektare adalah milik Masyarakat Adat Kampung Nendali. Selain itu, lahan seluas 250 hektare yang digunakan saat ini oleh Rindam XVII Cenderawasih di Ifar Gunung, juga belum terbayarkan.

Juru bicara Masyarakat Adat Kampung Nendali, Jhon Manangsang Wally, mengatakan persoalan ini masih terus digumuli oleh masyarakat Kampung Nendali, terkait kapan akan dilunasi biaya kompensasinya.

“Untuk mendapat informasi akurat persoalan ini, maka sangat penting bagi kami untuk melaporkannya kepada Presiden Jokowi melalui Staf Presiden Bidang Polhukam. Masyarakat menginginkan agar persoalan ini segera diselesaikan sebelum pelaksanaan PON 2020 di sini,” ujar Jhon, saat ditemui di Sentani, Sabtu (14/3/2020).

Kampung Nendali, kata dia, juga bagian dari tempat di mana acara pembukaan dan penutupan PON 2020 akan berlangsung, sedangkan masyarakatnya belum ada persiapan sama sekali.

“Selama ini tidak ada jawaban yang konkret terkait persoalan yang dihadapi oleh masyarakat adat, sehingga masukan-masukan yang telah disampaikan kepada staf presiden, dapat dirumuskan menjadi bahan pertimbangan Presiden Jokowi,” jelasnya.

Loading...
;

Sementara itu, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Laus Rumayom, mengatakan Kampung Nendali perlu mendapat perhatian khusus, demikian pula dengan kampung-kampung lainnya yang berada di Kabupaten Jayapura.

“Aset terbesar sebuah negara adalah masyarakatnya, yang dibutuhkan saat ini adalah evaluasi. Sangat penting juga adanya musyawarah adat yang dibuat, untuk menentukan poin-poin penting menyangkut keberadaan dan kepemilikan masyarakat adat itu sendiri. Banyak masukan yang telah disampaikan oleh masyarakat adat Kampung Nendali, akan kami lanjutkan kepada presiden juga pihak-pihak terkait,” katanya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top