Follow our news chanel

Masyarakat Asmat diimbau tak terprovokasi tragedi Fayit

Masyarakat Asmat diimbau tak terprovokasi tragedi Fayit 1 i Papua
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal – Jubi/Dok

Jayapura, Jubi – Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, mengimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Asmat untuk tidak terprovokasi dengan insiden yang menewaskan empat warga di Kampung Fayit, Distrik Fayit pada Senin (27/5/2019).

“Kami tidak harapkan situasi seperti itu. Seandainya ada kasus. itu bersifat kasuistis dan terjadi antar pribadi ke pribadi, tidak ada hubungan dengan institusi,” begitu pendapat┬á Klemen Tinal di Jayapura, Selasa (28/05/2019).

Menurut ia, saat ini tim gabungan dari TNI/Polri sedang turun ke lokasi kejadian guna mendapatkan keterangan yang akurat. Untuk itu, semua pihak harus bersabar dan menahan diri.

“Saya minta, semua yang terlibat diperiksa supaya semua pihak mendapatkan rasa keamanan dan keadilan,” ujarnya.

Kepada oknum calon legislatif (Caleg) yang merasa tidak puas dengan keputusan KPU, dirinya menyarankan untuk mengikuti prosedur hukum yang berlaku, dengan tidak mengedepankan langkah-langkah kekerasan.

“Ini bukan akhir, ini hanya perlombaan, lima tahun nanti akan ada lagi Pemilu, jadi lebih siapkan diri. Kontrol dari masyarakat juga harus lebih baik sehingga tidak ada kecurangan seperti itu supaya kualitas Pemilu di Papua lebih baik,” kata Klemen Tinal.

Wagub Klemen Tinal menambahkan, pagi tadi, tim investigasi yang terdiri dari unsur Pomdam, Kumdam, Kesdam XVII/Cenderawasih, Korem 174/ATW, Polda Papua dan Komnas HAM Papua telah bertolak ke Fayit. Tim tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 174/ATW Brigjen TNI R. Agus Abdurrauf.

Loading...
;

Diketahui, pada Senin (27/05/2019) siang, sekitar 350 orang yang diduga digerakkan oleh salah satu oknum Caleg yang tidak puas atas hasil pleno KPU Asmat, mengamuk dengan merusak kantor Distrik Fayit dan salah satu rumah milik Anggota DPRD Asmat.

Melihat kejadian itu, empat petugas Posramil Fayit yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mencoba menenangkan dengan mengeluarkan tembakan peringatan ke atas untuk menghalau massa, namun hal itu justru membuat massa semakin beringas dan berbalik menyerang anggota TNI.

Dalam situasi terancam, salah seorang anggota Posramil terpaksa mengeluarkan tembakan sambil mundur ke arah Pos untuk menyelamatkan diri dan mengamankan pos dengan kekuatan yang sangat terbatas. Akibat kejadian tersebut, empat warga tewas dan satu orang lainnya mengalami luka tembak.

Empat warga yang tewas akibat kejadian tersebut adalah, Xaverius Sai (40), Nikolaus Tupa (38), Matias Amunep (16) dan Frederikus Inepi (35). Sementara korban luka yakni Jhon Tatai (25) yang tertembak di bagian siku tangan kanan dan kiri. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top