Masyarakat Distrik Ulkubi Kecewa Lokasi SD Dialihkan

Salah satu potret pendidikan di Okbab, Pegunungan Bintang - Jubi/Yuliana Lantipo.
Salah satu potret pendidikan di Okbab, Pegunungan Bintang – Jubi/Yuliana Lantipo.

Jayapura, Jubi – Sejumlah masyarakat di Distrik Ulkubi kecewa karena dialihkannya lokasi pembangunan Sekolah Dasar (SD) dari Distrik Ulkubi ke Distrik Kalomdol oleh Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang.

Mereka kecewa karena selama ini proses belajar-mengajar dilakukan di Distrik Ulkubi disebuah gubuk yang disulap menjadi tiga kelas. Masing-masing ruangan dibuat dari dinding gaba-gaba yang beratapkan daun sagu. Selain itu mayoritas anak-anak yang bersekolah dari Distrik Ulkubi.

Pelaksana Tugas Harian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang, Yohanes Sasaka kepada wartawan melalui telepon selularnya mengatakan, alasan memindahkan pembangunan sekolah tersebut ke Distrik Kalomdol karena jarak tempuh dari Oksibil ke Distrik Ulkubi cukup jauh.

“Banyak persoalan yang kami hadapi di sini, kalau kami membangun sekolah di Distik Ulkubi kami harus membutuihkan tenaga lebih, sedangkan target pembangunan sekolah harus selesai pada Oktober 2016, untuk itu saya alihkan pembangunannya ke Distrik Kalomdol yang jarak tempuh dari Oksibil cukup dekat,” katanya.

Ia mengaku tidak akan melupakan apa yang sudah dilakukan pemerintah Distrik Ulkubi terhadap pendidikan di wilayah itu. Karena itu, ia berjanji akan menganggarkan pembangnuan gedung SD di wilayah Distrik Ulkubi tahun depan.

“Saya bertangging jawab atas pemindahan pembangunan gedung sekolah tersebut, tapi 2017 kami akan membagun gedung sekolah di Distrik Ulkubi,” ujarnya.

Kepala Kampung Ulkubi, Yemo Kamalka berharap Pemkab Pegunungan Bintang membangun gedung sekolah beserta sarana dan prasana penunjang di wilayahnya secara permanen.

Loading...
;

“Anak-anak lebih baik belajar jika ada gedung permanen, selama ini anak-anak belajar dengan fasilitas  apa adanya, namun tidak menyurutkan mereka untuk menimba ilmu, kami berharap pemerintah memperhatikan, ini semua demi masa depan anak cucu kita,” katanya.

Menurutnya, rencana pembangunan itu sudah masuk DPA tahun anggaran 2016 dan sudah dibicarakan di tingkat Musyarawah Kampung (Muskam) dan Musyawarah Distrik (Musdis). “Kenapa sampai sekarang belum dibangun? Kami merasa dirugikan,” ujarnya.  (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top