Follow our news chanel

Previous
Next

Masyarakat harus jadi pelaku ekonomi saat PON 2020

Ilustrasi, masyarakat harus jadi pelaku ekonomi – Jubi/Yance Wenda
Masyarakat harus jadi pelaku ekonomi saat PON 2020 1 i Papua
Ilustrasi, masyarakat harus jadi pelaku ekonomi – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jayapura, Yaan Yoku, mengatakan pelaksanaan PON XX/2020 Oktober mendatang, diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura.

“Seluruh OPD sesuai dengan tugas fungsinya untuk mempersiapkan masyarakat agar mereka bisa menjadi pelaku-pelaku ekonomi ketika PON berlangsung,” kata Yaan Yoku, kepada wartawan di Sentani, Senin (2/3/2020).

Dalam mempersiapkan dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku usaha ekonomi, pihaknya telah mempersiapkan master plan.

“Ada tim yang sudah dibentuk oleh bupati untuk turun terlibat langsung kepada masyarakat, dan masyarakat ini kita harus beritahukan ke mereka apa aja yang harus mereka siapkan untuk sambut PON,” ucapnya.

Kata Yaan Yoku, secara teknis itu secara langsung ditangani oleh PB PON XX.

“Bupati memiliki pikiran yang besar untuk bagaimana mendorong partisipasi masyarakat di Kabupaten Jayapura dalam mengambil bagian dalam PON yang akan berlangsung dengan menjadi pelaku ekonomi,” ucapnya.

Loading...
;

Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku ekonomi, bagaimana masyarakat dapat mengembangkan keahlian mereka, baik terkait kuliner khas daerah makan maupun ketrampilan membuat souvenir.

“Di saat PON berlangsung, selain atlet dan official akan datang, juga tamu-tamu lainnya dan ketika mereka pulang, mereka bisa bawa pulang baik itu bersifat kuliner ataupun souvenir serta destinasi pariwisata,” jelasnya.

Idah Awoitouw, perempuan asal Sentani, mengatakan untuk persiapan sambut PON ia sudah mulai dari sejak 2018.

“Karena bahan susah jadi saya sudah pesan jauh-jauh hari dan bikin topi dan pernak-pernik lain yang nantinya akan dijual saat PON,” ucap Idah.

Idah menambahkan yang ia khawatirkan jika diminta membuat barang dalam jumlah banyak, apakah akan terambil semua atau tidak.

“Banyak dinas yang pesan di setiap pengrajin dan juga ke mama-mama gunung yang biasa bikin noken, apakah nanti semua mereka beli atau tidak? Karena harga noken dan suovenir itu berbeda-beda harga jualnya dan mereka tidak boleh samakan harga semua baru mau ambil,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top