Follow our news chanel

Previous
Next

Masyarakat harus terlibat dalam pengawasan pekerjaan perumahan

Lokasi pembangunan 700 unit perumahan bersubsidi, 45 unit perumahan komersil, dan 20 unit rumah toko di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Menikmati suasana lingkungan yang layak, teratur, baik, aman, tenang, dan nyaman merupakan hak setiap orang khususnya dalam pembangunan proyek perumahan.

Namun, masyarakat harus sadar dan berinisiatif mengawasi pembangunan proyek perumahan karena sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, yang memberikan hak gugat kepada masyarakat atas pembangunan konstruksi.

Belum lagi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pembangunan proyek perumahan seperti sampah, banjir, berkurangan Ruang Terbuka Hijau, meningkatnya aktivitas warga sehingga menimbulkan kebisingan.

Untuk itu, masyarakat wajib memberikan masukan dan saran serta terlibat dalam pengawasan pembangunan sehingga jumlah unit bangunan yang dikerjakan tidak keluar dari kesepakatan pembangunannya. Terlebih lagi pembangunan perumahan berada dalam kawasan pertanian.

“Misalnya sesuai kesepakatan membangun 700 unit tapi nyatanya membangun 800 unit,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, dalam konsultasi publik di Kantor Kampung Holtekamp terkait pembangunan perumahan dan ruko Anugerah Regency Holtekamp di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Kamis (17/9/2020).

Masyarakat diminta harus terlibat dalam pengawasan pekerjaan perumahan khususnya di Kampung Holtekamp terkait pembangunan 700 unit perumahan bersubsidi, 45 unit perumahan komersil, dan 20 unit rumah toko oleh PT. Anugerah Binasukses Sejahtera.

Loading...
;

“Sebelum izin keluar, harus punya amdal (analisis dampak lingkungan). Harus punya dampak positif kepada masyarakat di Holtekamp seperti ekonomi masyarakat meningkat, walau ada dampak negatifnya tapi harus diminimalisir,” ujar Rustan.

Operasional pelaksana PT. Anugerah Binasukses Sejahtera, Ortisan, mengatakan lahan yang akan dibangun perumahan dan ruko sesuai tata ruang masuk dalam kawasan permukiman, namun sesuai analisis dampak lingkungan harus melalui tahap konsultasi publik untuk mendengarkan saran dan pendapat masyarakat.

“Luas lahan ada 12 hektare. Kami sudah ajukan untuk perizinan. Tahap pengerjaanya sudah mulai dilakukan. Harapan kami bisa memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah Kampung Holtekamp karena meningkatkan aktivitas perekonomian dan lapangan kerja,” ujar Ortisan. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top