Masyarakat Jayawijaya diajak mengawal Perda pelarangan minol

Kabag Hukum Setda Kabupaten Jayawijaya, Papua, Afrida (kanan) bersama anggota Bapemperda DPR Papua, Arnold Walilo saat konsultasi publik sembilan reperdasi/raperdasus Bapemperda DPR Papua di Kota Wamena – Jubi/Arjuna.
Masyarakat Jayawijaya diajak mengawal Perda pelarangan minol 1 i Papua
Kabag Hukum Setda Kabupaten Jayawijaya, Papua, Afrida (kanan) bersama anggota Bapemperda DPR Papua, Arnold Walilo saat konsultasi publik sembilan reperdasi/raperdasus Bapemperda DPR Papua di Kota Wamena – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kabupaten Jayawijaya, Papua, Afrida mengajak masyarakat di kabupaten itu terlibat mengawal penerapan peraturan daerah (Perda) nomor 3 tahun 2009 terkait pelarangan pembuatan dan penjualan minuman beralkohol (minol).

Ia mengatakan, perda yang telah direvisi pada 2017 tersebut tidak akan efektif jika masyarakat  tidak terlibat dalam pengawasan.

Hal itu dikatakan Afrida saat mewakili Pemkab Jayawijaya dalam konsultasi publik sembilan reperdasi/raperdasus oleh badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) DPR Papua di Kota Wamena, Jawijaya pada Jumat (9/8/2019).

Menurutnya, dalam penegakan perda minol di Jayawijaya tidak bisa hanya berharap pada pemerintah daerah. Perlu keterlibatan semua pihak termasuk masyarakat karena pemerintah juga memiliki keterbatasan.

“Perlu pengawasan melekat dari masyarakat. Pemerintah, masyarakat dan legislatif (DPRD Jayawijaya) mesti bersinergi,”kata Afrida.

Menurutnya, seketat apa pun sanksi dalam sebuah aturan tidak dapat diterapkan dengan maksimal jika hanya mengandalkan satu pihak. Bagaimanapun sebuah perda dibuat, penegakannya ada pada manusia yang memiliki keterbatasan.

Loading...
;

“Untuk minol kami sudah tetapkan perdanya. Revisinya kami adopsi perda pelarangan distribusi dan konsumsi minol di Jayawijaya dari Perdasi Papua nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan produksi dan penjualan minol. Yang kami sudah ditetapkan revisinya pada 2017. Namun perlu sinergi semua pihak,” ujarnya.

Pendapat yang sama dikatakan anggota DPRD Jayawijaya, Jimy Asso. Menurutnya, sebelum dibuka jalan darat ke Wamena, bandara merupakan satu-satunya akses ke kabupaten itu. Meski pengawasan di bandara dilakukan, namun masih saja ada minol yang diselundupkan ke Jayawijaya.

Kini dengan terbukanya akses jalan darat menurutnya, para distributor minol memiliki berbagai cara menghindari pos-pos penjagaan aparat keamanan di jalan yang menghubungkan Jayapura-Wamena.

“Ada banyak jalan-jalan yang mereka lalui untuk masuk ke Wamena. Makanya perlu penambahan pos di jalan trans Jayapura-Wamena dan Wamena dengan kabupaten terdekat,” ujarnya.

Akan tetapi kata Asso, jika memungkinkan masyarakat dilibatkan dalam pengawasan di setiap pos penjagaan untuk berperan mengawasi penyelundupan minol ke Jayawijaya dan kabupaten sekitar. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top